Pendampingan belajar siswa di SMA Babussalam dengan menggunakan prinsip frugal learning. SMA Babussalam merupakan SMA yang menerapkan sistem pesantren. Siswa tidak diperbolehkan untuk membawa alat elektronik sebagai alat belajar, sehingga mereka hanya menggunakan buku yang dipakai saat sekolah untuk belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut, siswa memiliki keterbatasan akses pada media belajar, sehingga pendekatan frugal learning merupakan pendekatan yang tepat untuk siswa karena siswa dapat menggunakan media belajar sederhana yang tersedia di sekitar mereka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan metode pendampingan materi. Dalam kagiatan ini ada tiga tahap kegiatan yang dilakukan, yaitu tahap pre- pendampingan, pelaksanaan pendampingan dan post-pendampingan. Seluruh proses pendampingan ini dilakukan selama lima kali pertemuan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa sebelum mendapatkan pendampingan, motivasi belajar siswa berada diangka 2,00. Setelah dilakukan pendampingan belajar dengan metode frugal learning, motivasi belajar bahasa Inggris siswa meningkat ditunjukkan dengan angka 2,78. Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan ini cukup memberikan dampak pada peningkatan minat belajar siswa.