Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh rasio finansial, dividen dan arus kas terhadap harga saham jakarta islamic index 70 Ersyafdi, Ilham Ramadhan; Nasihah, Durotun
INOVASI Vol 17, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.261 KB) | DOI: 10.29264/jinv.v17i4.10100

Abstract

Makin berkembang pesatnya perekonomian berlandaskan islam, mengakibatkan keinginan investor untuk berinvestasi di pasar saham yang berlandaskan syariah makin besar. Hal itu ditandai dengan munculnya indeks syariah baru yaitu Jakarta Islamic Index (JII) 70. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh rasio finansial, dividen dan arus kas terhadap harga saham JII 70 dengan objek yaitu perusahaan yang konsisten terdaftar di indeks tersebut dengan periode tahun 2018-2019. Dengan menggunakan metode purposive sampling, didapatkan 35 perusahaan yang digunakan sebagai sampel dari total 94 perusahaan yang pernah terdaftar. Terdapat 14 variabel yang digunakan dalam penelitian ini dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 variabel yaitu current ratio (X1), net profit margin (X3), return on asset (X4), earning per share (X6), debt to equity ratio (X7), dividend payout ratio (X10), dividend per share (X11) dan arus kas pendanaan (X14) berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan quick ratio (X2), return on equity (X5), price book to value (X8), price earning ratio (X9), arus kas operasi (X12) dan arus kas investasi (X13) tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham.
Pemberdayaan Santri Madin melalui Peningkatan Berpidato dalam Bahasa Inggris Sonny Elfiyanto; Durotun Nasihah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5765

Abstract

Permasalahan yang dialami oleh santri Madrasah Diniyah (Madin) Nurunnahdloh Malang adalah kurangnya minat dan kemampuan para santri dalam berpidato dalam Bahasa Inggris. Sehingga untuk menunjukkan kesungguhannya, pihak Madin dan tim pengabdi melakukan pelatihan intensif dan menarik dalam berpidato dalam Bahasa Inggris. Pelatihan ini bertujuan agar para santri bisa berpidato dengan Bahasa Inggris dan mereka terbiasa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Terdapat 30 santri Madin Nurunnahdoh yang mengikuti pelatihan ini. Pelatihan dilakukan selama delapan pertemuan tiap minggunya secara tatap muka dari bulan Januari 2022 hingga April 2022 dengan mematuhi protokol kesehatan. Metode utama yang digunakan yaitu metode demonstrasi, juga menggabungkan beberapa metode yang ada, seperti ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil dari pelatihan dalam pengabdian ini adalah keterlibatan secara aktif dari para santri dan respon positif mereka dalam pelatihan ini, yang memicu motivasi mereka untuk belajar. Di samping itu, terciptanya modul pembelajaran pidato dalam Bahasa Inggris untuk santri Madin, sehingga menghasilkan tujuh orang santri yang mampu berpidato dalam Bahasa Inggris. Selain itu, terdapat duapuluh tujuh santri yang bisa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, yang nantinya bisa ditingkatkan kemampuannya jika pelatihan ini bisa berkelanjutan. The problem faced by the students of Madrasah Diniyah (Madin) Nurunnahdloh Malang is the students’ lack of interest and ability to give speeches in English. Thus, to show their willingness to improve their students’ ability, Madin and the community dedication team conducted intensive and exciting training in presenting a speech in English. This training aims to make the students able to make speeches in English, and they are accustomed to communicating in English. Thirty students of Madin Nurunnahdoh participated in this training. The training was carried out for eight meetings, once a week, and face-to-face meetings from January 2022 to April 2022 to comply with health protocols. The primary method used is the demonstration method. However, it also combines several existing methods, such as lectures, discussions, and questions and answers. The result of the training in this service is the active involvement of the students and their positive response to this training, which triggers their motivation to learn more. In addition, creating a speech learning module in English for Madin students helped the team teach them. Then, this training led to seven students who could give speeches in English. In addition, twenty-seven students can communicate in English, which can later be improved if the training is sustainable.
Literasi Digital Anak Usia Dini Bagi Orang Tua di Desa Putat Lor Kabupaten Malang Muttaqin, Khoirul; Nasihah, Durotun; Umamah, Atik
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1542

Abstract

Makalah penelitian ini mengeksplor tentang literasi digital untuk orangtua dalam mendidik anak-anak mereka di jaman teknologi yang semakin canggih. Tidak bisa dipungkiri penggunaan gawai oleh anak kecil menjadi tantangan besar bagi para orang tua. Oleh karena itu, literasi digital sangat penting bagi orang tua, terutama untuk menghindari penyebaran informasi hoaks..  Dalam kegiatan ini, Raudhatul athfal (RA) Miftahul Ulum 02 Putat Lor Gondanglegi kab, Malang menjadi Mitra pelaksanaan aktifitas pengabdian masyarakat dengan melibatkan orang tua siswa.  selain itu UNISMA juga bekerja sama dengan  MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia dalam memberikan edukasi. Metode penugasan, ceramah, diskusi, praktik diharapkan mampu memberikan pengetahuan yang baik tentang pendampingan penggunaan gawai untuk anak. Kegiatan ini dibagi menjadi dua bagian: 1) pelatihan literasi digital terkait konten berbahaya dan hoaks dan 2) pelatihan cara memilih dan memilah aplikasi game edukasi dan berbahaya di gadget. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan wawancara kepada kepala sekolah dan analisa kebutuhan orang tua. Kegiatan selanjutnya adalah pelaksanaan pelatihan oleh perwakilan Mafindo dan dosen UNISMA. Sebelum pelatihan dimulai, peserta diberikan pre-test mengenai pemahamannya terhadap literasi digital. Di akhir sesi, peserta diberikan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman mereka terhadap literasi digital. Hasil analisis pre-test dengan nilai rata-rata 5,74 dan hasil  nilai post-test adalah 7,62 menunjukkan adanya peningkatan pemahaman literasi digital yang signifikan. Dari hasil diskusi, peserta akan menerapkan pemahamannya seperti mengecek berita hoax dan memilih permainan serta aplikasi untuk anak. Early Childhood Digital Literacy for Parents in Putat Lor, Malang This research paper explores digital literacy for parents in educating their children in an era of increasingly sophisticated technology. It cannot be denied that the use of gadgets by young children is a big challenge for parents. Therefore, digital literacy is very important for parents, especially to avoid the spread of hoax information and the use of applications that are dangerous for children's development. In this activity, Raudhatul Athfal (RA) Miftahul Ulum 02 Putat Lor Gondanglegi Malang became a partner in implementing community service activities by involving the students' parents. Apart from that, UNISMA also collaborates with MAFINDO (Indonesian Anti-Defamation Society) in providing education. The assignment, lecture, discussion and practice methods are expected to be able to provide good knowledge about assisting children in using devices. This activity is divided into two parts: 1) digital literacy training related to dangerous content and hoaxes and 2) training on how to select and sort educational and dangerous game applications on gadgets. This community service activity begins with an interview with the school principal and an analysis of parents' needs. The next activity was the implementation of training by Mafindo representatives and UNISMA lecturers. Before the training begins, participants are given a pre-test regarding their understanding of digital literacy. In the final session, participants were given a post-test to measure their level of understanding of digital literacy. The results of the pre-test analysis with an average score of 5.74 and the post-test score of 7.62 indicate a significant increase in understanding of digital literacy. From the results of the discussion, participants will apply their understanding, such as checking hoax news and choosing games and applications for children.
Perundungan di Lingkungan Pesantren: Pencegahan dan Resiliensi Umamah, Atik; Muttaqin, Khoirul; Nasihah, Durotun
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2328

Abstract

Perundungan dapat mengambil berbagai bentuk, seperti pelecehan fisik, verbal, dan psikologis yang dapat membahayakan kesehatan siswa. Program ini mencakup tindakan nyata untuk menghentikan perundungan, meningkatkan kesadaran akan efeknya, dan meningkatkan ketahanan mental santri. Ada dua aktifitas utama yang dilaksanakan yaitu pendampingan pencegahan perundungan dan resiliensi korban perundungan. Pendampingan pencegahan dilakukan dengan memberikan penyuluhan oleh narasumber untuk memberikan informasi tentang perundungan, efeknya, dan cara mencegahnya. Selain itu, narasumber melakukan pendampingan resiliensi korban perundungan. Untuk mengukur sejauh mana efektifitas kegiatan pendampingan ini, kami mengambil data berupa pre- dan post-asesmen untuk santri terkait dengan pemahaman mereka tentang perundungan, efek, dan cara mencegahnya. Hasil pre asesmen pengetahuan perilaku perundungan adalah 2,88, sedangkan hasil post asesmen naik menjadi 2,94. Hal ini menunjukkan naiknya pemahaman santri terkait perilaku perundungan meskipun tidak signifikan. Terkait dengan sikap santri terhadap perundungan juga terjadi perubahan dari 1,51 turun menjadi 1,49 yang menandakan adanya perubahan sikap setelah mengikuti kegiatan ini. Selain itu, berdasarkan kegiatan follow-up diketahui bahwa siswa yang mengalami perundungan memiliki resiliensi yang lebih baik terbukti dengan tidak lagi melakukan self-harm. Kegiatan pendampingan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pesantren yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan holistik setiap siswa. Pesantren dapat berfungsi sebagai model untuk memerangi perundungan dan menciptakan lingkungan pendidikan yang positif untuk generasi muda. Kegiatan pendampingan seperti dapat dilakukan secara berkala dalam jangka waktu panjang agar memberikan dampak yang lebih signifikan. Bullying in Islamic Boarding School Environments: Prevention and Resilience Abstract Bullying can take various forms, such as physical, verbal, and psychological abuse that can harm students' health. This program included concrete actions to stop bullying, raise awareness of its effects, and improve students' mental resilience. There are two main activities that were carried out, namely bullying prevention assistance and bullying victim resilience. Prevention assistance was carried out by providing counseling to provide information about bullying, its effects, and how to prevent it. In addition, keynote speaker provided resilience assistance for bullying victims. To measure the effectiveness of this assistance activity, we took data in the form of pre- and post-assessments for students related to their understanding of bullying, its effects, and how to prevent it. The results of the pre-assessment of bullying behavior knowledge were 2.88, while the results of the post-assessment increased to 2.94. This shows an increase in students' understanding of bullying behavior, although not significant. Regarding the attitude of students towards bullying, there was also a change from 1.51 down to 1.49, indicating a change in attitude after participating in this activity. In addition, based on follow-up activities, it is known that students who experience bullying have better resilience, as evidenced by no longer committing self-harm. This mentoring activity is expected to be able to create a safe, inclusive Islamic boarding school environment that supports the holistic development of each student. Islamic boarding schools can function as a model to combat bullying and create a positive educational environment for the younger generation. Mentoring activities such as can be carried out periodically over a long period of time to provide a more significant impact.
From Class to Career: Pelatihan Penyusunan ATS Friendly CV, Surat Lamaran Kerja dan Interview Profesional Nasihah, Durotun; Kurniasih, Kurniasih; Alaydrus, Yahya; Wahyudi K, Imam
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18989

Abstract

Background: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa SMKN 12 Malang dalam menyusun CV dan surat lamaran pekerjaan Internasional, serta pengalaman simulasi wawancara kerja dengan menggunakan Bahasa Inggris. Peserta dalam pelatihan ini adalah peserta didik yang duduk di bangku kelas 11 dan 12. Memilih kelas 11 karena tema yang diajukan merupakan pengembngan teori yang ada di kelas sedangkan kelas 12 untuk persiapan mereka lulus dari SMKN 12 Malang. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pelatihan, diskusi dan praktik langsung. Ada beberapa tahap yang dilakukan, pertama adalah tahap observasi kebutuhan yaitu dilakukan wawancara singkat kepada guru terkait kebutuhan yang diinginkan peserta didik. Kedua, tahap pelaksanaan pelatihan yang diadakan selama tiga pertemuan dengan kegiatan menyusun CV, surat lamaran dan simulasi wawancara berstandar internasional. Hasil: Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa peserta didik memiliki pengetahuan yang meningkat terkait pembuatan CV dan surat lamaran yang berstandar Internasional. Dalam simulasi wawancara, peserta didik merasa perlu latihan dengan giat agar sesuai dengan standar yang diberikan HRD saat wawancara penerimaan kerja. Mereka merasa kurang dalam penguasaan bahasa dan bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan HRD. Kesimpulan: Peserta menjadi lebih siap untuk mencari pekerjaan dengan bekal kemampuan menyusun CV dan surat lamaran yang baik serta pengetahuan yang sangat baik terkait pertanyaan-pertanyaan yang sering dalam wawancara.
THE 2024 INDONESIAN PRESIDENTIAL CANDIDATES’ DEBATE: RHETORICAL AND POSITIVE DISCOURSE ANALYSES Nasihah, Durotun; Ni’mah, Dzurriyyatun
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 19, No 2 (2024): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v19i2.28921

Abstract

The 2024 Indonesian presidential debate provided a unique platform for candidates to communicate their visions for the country's future. As part of the campaign process, presidential debates serve as a key mechanism for influencing voter perceptions through persuasive rhetoric. This study explores the use of positive language and discursive strategies by Indonesian presidential candidates in the 2024 presidential debate, focusing on how their rhetoric promotes hope, empowerment, and social change. The study analyzes speeches from the five presidential candidates, employing positive discourse analysis (PDA) to identify and interpret key strategies used to engage voters with optimism and progressive visions. The analysis revealed six primary rhetorical strategies: identifying national problems, expressing commitment to societal welfare, framing government roles through metaphors, managing public emotion with narratives, empowering society, and articulating policies through structured argumentation. These strategies were crucial in constructing a discourse of hope and change, aiming to persuade voters of each candidate’s ability to address Indonesia’s pressing issues. For example, Anies Baswedan used metaphors and narratives based on his governance experience, while Prabowo Subianto emphasized his military background and commitment to solving social issues. Ganjar Pranowo focused on empowering society and detailing policy frameworks to foster societal well-being. By highlighting these strategies, the research contributes to understanding the role of political rhetoric in shaping voter perceptions, particularly in multi-candidate debates. The study underscores the importance of language as a tool for political leaders to inspire hope and influence public opinion. This research also advances the field of positive discourse analysis by applying it to political communication in Indonesia, offering valuable insights into how rhetorical strategies can foster collective agency and a brighter future for society. Future research could extend this analysis to other political or cultural contexts, exploring the influence of these strategies on voter behavior and the wider implications of positive discourse in political settings.
PENGUATAN POLA HIDUP SEHAT PADA LANSIA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN LANSIA DI POSLANSIA TERATAI KELURAHAN KEBON BARU Yanisa, Chikal Putri; Alifia, Dhifa; Nasihah, Durotun; Johar, Sinta Ainina; Kabbaro, Hurriyyatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek Vol. 3 No. 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik: Jurnal Abditek
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Abditek.032.5

Abstract

Meningkatnya jumlah lanjut usia akan menimbulkan berbagai macam permasalahan yang kompleks bagi lanjut usia itu sendiri maupun bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Keluarga mempunyai peranan penting untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan bagi lanjut usia. Apabila fungsi keluarga di jalan dengan jelas arahnya, maka akan menurunkan angka kesakitan dan kematian yang akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup bagi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah yang terjadi pada masa lanjut usia dan meningkatkan kesejahteraan lanjut usia. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design. Jenis penelitian ini, digunakan dalam one group pretest-posttest design. Pada peneliti ingin berusaha untuk mengkaji, menggambarkan, dan mendeskripsikan Pola Hidup Sehat Pada Lansia Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Lansia Di POSLANSIA Teratai RW 04, Kebon Baru, Tebet. Populasi dalam penelitian ini adalah para lanjut usia yang berjumlah 15 orang yang berada di POSLANSIA Teratai Rw 04, Kebon Baru, Tebet. Analisis data menggunakan uji korelasi. Dan hasil yang diperoleh adalah terdapat pengaruh penyuluhan pola hidup sehat pada lansia untuk meningkatkan kesejahteraan lanjut usia di Teratai RW 04. Manfaat dari penyuluhan ini adalah agar para lanjut usia mengubah pola hidup sebelumnya menjadi pola hidup yang sehat di kehidupan sehari-hari. Menerapkan pola hidup sehat tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal tetapi dapat dimulai dari segi kebiasaan yang buruk menjadi kebiasaan yang baik dimana dapat bermanfaat untuk kesehatan tubuh lanjut usia.
Pengembangan Bahan Ajar Digital dan Non-Digital Pelajaran Bahasa Inggris Untuk Guru MI Miftahul Ulum 02 Putat Lor Kabupaten Malang Nasihah, Durotun; Cahyanto, Bagus; Zubaidi, Nanang; Satsuki, Takizawa; Nafi’ah, Nida
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/2q6r1a80

Abstract

Saat ini guru dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bahan ajar bahasa Inggris karena banyak siswa sekolah dasar yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang masih rendah. Guru kelas diwajibkan menguasai semua mata pelajaran termasuk bahasa Inggris, tetapi sebagian besar dari mereka masih bergantung pada lembar kerja siswa (LKS) sebagai bahan ajar utama. Masalah yang dihadapi di sekolah wilayah urban adalah minimnya akses kegiatan-kegiatan penunjang yang terkait penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan menciptakan bahan ajar yang kreatif dan inovatif.  Oleh karena itu, guru perlu mendapatkan kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam menciptakan bahan ajar baik digital maupun non-digital. Bahan ajar digital dirancang sebagai bentuk adaptasi terhadap kemajuan teknologi yang pesat, sedangkan bahan ajar non-digital dimaksudkan untuk mendukung praktik pembelajaran yang berlangsung saat ini. Peserta dalam pelatihan ini berjumlah 20 orang guru dan tenaga kependidikan MI Miftahul Ulum 02, kabupaten Malang, Indonesia. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, implementasi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 52,9 % peserta yang awalnya belum pernah mengikuti pelatihan pengembangan bahan ajar baik digital dan non-digital, kini 75 % peserta merasa mendapat pengetahuan terkait pembuatan bahan ajar. Selain itu, 82,4% peserta fokus menggunakan LKS dalam pembelajaran, kini 100% peserta mempunyai satu bahan ajar digital, satu bahan ajar non-digital. Pellatihan ini menunjung pembeljaran yang kontekstual berbasis teknologi di sekolah dasar wilayah rural. Development of English Lesson Digital and Non-Digital Teaching Materials for Teachers at MI Miftahul Ulum 02 Putat Lor, Malang Regency Abstract Currently, teachers are required to be creative and innovative in developing English language teaching materials because many elementary school students have low English skills. Classroom teachers are required to master all subjects, including English, but most of them still rely on student worksheets (LKS) as the main teaching material. A problem faced in urban schools is the limited access to supporting activities related to the use of technology in learning and creating creative and innovative teaching materials. Therefore, teachers need training and mentoring in creating both digital and non-digital teaching materials. Digital teaching materials are designed as a form of adaptation to rapid technological advances, while non-digital teaching materials are intended to support current learning practices. Participants in this training were 20 teachers and educational staff from MI Miftahul Ulum 02, Malang Regency, Indonesia. The methods used included training, mentoring, implementation, and evaluation. The results of the activity showed that 52.9% of participants who had not previously participated in training on developing digital and non-digital teaching materials, now 75% of participants felt they had gained knowledge related to creating teaching materials. In addition, 82.4% of participants focused on using LKS in learning, now 100% of participants have one digital teaching material, one non-digital teaching material. This training supports technology-based contextual learning in elementary schools in rural areas.
Pemanfaatan ChatGPT untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa SMK Terpadu Al-Islahiyah: Pendekatan Interaktif dan Inovatif Alaydrus, Yahya; Hidayanti, Ika; Kurniasih, Kurniasih; Nasihah, Durotun; Umamah, Atik; Nugroho, Mochammad Khosy Xavier; Oktavia, Fathia Afray Vita
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20769

Abstract

Background: This community service activity was carried out to address the problems faced by students in improving their English proficiency. Method: To solve these problems, the service team conducted a training/workshop by utilizing Artificial Intelligence (AI), namely ChatGPT. The activity began with a pre-workshop survey distributed to 45 students of SMK Terpadu Al-Islahiyah Singosari, majoring in Office Management, to identify their problems and confidence level. It was followed by the Implementation and Evaluation Stages through a post-training survey and interviews with the English teacher. Results: Data analysis showed that students experienced difficulties in learning English due to limited vocabulary, pronunciation challenges, and lack of confidence. In addition, their confidence level increased from mostly fairly confident to highly confident. The English teacher also gave a positive perception of the implementation of ChatGPT while reminding the need to anticipate its potential negative impacts. Conclusion: Based on these findings, it can be concluded that AI plays an important role in language learning through the active role of teachers in monitoring, so that technology can be utilized properly and responsibly.
Breaking Barriers in English Writing: Pedagogical Shifts under the Merdeka Curriculum in Vocational Education Elfiyanto, Sonny; Nasihah, Durotun; Romadhon, Muhammad Galuh Elga; Umeki, Riko
Journal of English Teaching and Learning Issues Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jetli.v8i2.32708

Abstract

This research aims to explore the implementation of English writing teaching within the curriculum framework of Merdeka Curriculum at Indonesian vocational high schools, focusing on understanding, classroom practice, and challenges faced by teachers in implementing project-based, student-centered principles. Adopting a concurrent, transformative mixed-methods design, data were obtained from thirteen English teachers in Malang, East Java, through qualitative interviews and quantitative surveys to reveal their perceptions and practices. The results indicate that a gap between the intended flexible curriculum, centered on differentiated instruction, student choice, and active engagement, and what is actually happening in classrooms has continued to persist. Instructors have a partial understanding of such pedagogical facts. However, the practice is suppressed by students' varying writing proficiency levels, scarce learning materials, inadequate professional training, and limited support from the school. Merdeka Curriculum: a source of hope. Nevertheless, as much as Merdeka Curriculum offers an inspiring vision of pedagogical transformation. Structurally, there are impediments to its effective realization in the world of vocational education. Continued systemic support and increased pedagogical alignment are necessary to achieve a more meaningful curricular change. Empowering teacher initiative, developing teacher collaboration, and providing continuous professional development are essential to improve writing instruction in trade or technical schools. The study provides policymakers, administrators, and curriculum developers with the knowledge to simplify support systems, enabling English teachers to implement Merdeka Curriculum in the writing classroom fully.