Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan aromaterapi dengan minyak esensial melissa dalam pengelolaan tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien Sindrom Koroner Akut Septiana, Mera; Safitri, Dwi Nur Rahmantika Puji; Mustofa, Ahmad
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i1.15617

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan penyakit kegawatdaruratan dimana terjadi penyempitan pembuluh darah koroner sehingga aliran darah menuju otot jantung mengalami penurunan secara mendadak. Penyakit SKA memicu peningkatan stres dan perubahan parameter hemodinamik pada pasien. Terapi pengelolaan tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien SKA menggunakan terapi nonfarmakologis, yaitu pemberian aromaterapi dengan minyak esensial melissa. Studi kasus bertujuan untuk melakukan penerapan pemberian aromaterapi dengan minyak esensial melissa terhadap tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien SKA di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Pemberian aromaterapi dilakukan selama 1 hari dalam 1 kali penerapan selama 90 menit. Tingkat stres diukur dengan kuesioner State Trait Anxiety Inventory Trait (STAI-T). Intervensi dilakukan dengan meneteskan 2 tetes minyak aroma esensial melissa pada patch dan menempelkannya pada masker medis yang diberikan kepada pasien. Tekanan Darah (TD) dan frekuensi detak jantung diukur per 10 menit saat pemberian aromaterapi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat stres dan penurunan TD, serta penurunan frekuensi detak jantung. Subjek 1 setelah dilakukan penerapan tingkat  stresnya menurun menjadi skor 40 (stres ringan), TD 120/60 mmHg, dan frekuensi detak jantung 85 x/menit. Subjek 2 setelah dilakukan penerapan skor tingkat stres menurun menjadi skor 35 (stres ringan), TD 104/50 mmHg, dan frekuensi detak jantung 82 x/menit. Subjek 3 setelah dilakukan penerapan skor tingkat stres mengalami penurunan menjadi skor 38 (stres ringan), TD 98/50 mmHg, dan frekuensi detak jantung 67 x/menit. Terapi aromaterapi dengan minyak esensial melissa dapat mengelola tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien SKA.