LUTFI NURULLAH
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT NASABAH MENGGUNAKAN TABUNGAN WADIAH DI BANK BSI KCP SUMENEP LUTFI NURULLAH; RR. AYU AZIZAH WINATA
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 10 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat nasabah dalam menggunakan produk Tabungan Wadiah di Bank BSI KCP Sumenep. Fokus penelitian diarahkan pada dua variabel utama yaitu keuntungan (benefit) dan kualitas layanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap nasabah serta pihak internal bank. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh gambaran komprehensif mengenai persepsi dan preferensi nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keuntungan tidak hanya dipahami dalam konteks profit sharing, melainkan mencakup pembebasan biaya administrasi, pemberian bonus sukarela (athaya), efisiensi biaya transaksi, fleksibilitas likuiditas, serta jaminan keamanan pokok dana. Selain itu, aspek kualitas layanan terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah, yang tercermin dari kenyamanan fasilitas fisik, keandalan sistem perbankan, responsivitas dan kompetensi sumber daya manusia, jaminan keamanan transaksi, empati pelayanan, serta dukungan layanan digital melalui aplikasi Byond by BSI. Integrasi antara efisiensi ekonomi, kualitas layanan prima, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah menjadikan Tabungan Wadiah sebagai pilihan perbankan yang rasional sekaligus spiritual bagi masyarakat Sumenep. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan strategi produk dan peningkatan kualitas layanan perbankan syariah
KONSTRUKSI MAKNA “FASILITAS LAINNYA” PADA GRATIFIKASI DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI RR. AYU AZIZAH WINATA; LUTFI NURULLAH
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 11 No 1 (2026): APRIL
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis kekaburan makna frasa “fasilitas lainnya” dalam Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya dalam kaitannya dengan gratifikasi seksual. Kekaburan norma tersebut berdampak pada lemahnya penegakan hukum karena layanan seksual belum diatur secara eksplisit sebagai bentuk gratifikasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan bahan hukum perbandingan dari Singapura, Malaysia, dan India. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual dan yuridis, gratifikasi seksual dapat dikualifikasikan sebagai bentuk “fasilitas” karena mengandung unsur keuntungan yang diterima pejabat publik untuk mempermudah kepentingan tertentu. Studi komparatif menunjukkan bahwa negara-negara tersebut telah menerapkan konsep “keuntungan yang tidak semestinya” (undue advantage) sehingga mampu menjerat praktik gratifikasi seksual secara efektif. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi UU Tipikor dengan mencantumkan pengaturan eksplisit mengenai gratifikasi seksual guna menjamin kepastian hukum dan memperkuat efektivitas pemberantasan korupsi di Indonesia