Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendirian klinik sebagai sarana kampanye politik dalam meningkatkan elektabilitas dan dukungan masyarakat terhadap partai politik atau calon legislatif. Pendekatan kampanye berbasis pelayanan publik ini muncul sebagai strategi yang tidak hanya memberikan manfaat kesehatan secara langsung, tetapi juga memperkuat citra politik, komunikasi kandidat, serta kedekatan emosional dengan pemilih. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen kuesioner yang disebarkan kepada pengguna layanan klinik kampanye. Variabel independen mencakup kualitas pelayanan klinik, komunikasi politik melalui klinik, keterlibatan masyarakat, dan citra politik kandidat atau partai, sedangkan variabel dependen adalah elektabilitas dan dukungan masyarakat. Analisis regresi yang digunakan menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap elektabilitas serta dukungan masyarakat. Faktor kualitas pelayanan dan citra politik ditemukan sebagai aspek yang paling dominan dalam meningkatkan persepsi positif dan kepercayaan publik. Secara simultan, pendirian klinik terbukti menjadi strategi kampanye yang efektif, relevan, dan mampu meningkatkan loyalitas pemilih sekaligus memperkuat hubungan kandidat dengan masyarakat