Air merupakan sumber daya vital yang menentukan keberhasilan pertanian, terutama di Indonesia yang mayoritas penduduknya bergantung pada sektor agraris. Salah satu strategi pemenuhan kebutuhan air pada lahan pertanian adalah melalui penggunaan pompa irigasi. Namun, pemanfaatan pompa irigasi sering terkendala oleh kurangnya pengetahuan petani terkait perawatan dan pemeliharaan, sehingga menimbulkan kerusakan dini, inefisiensi bahan bakar, serta tingginya biaya perbaikan. Artikel ini menyajikan program pengabdian masyarakat berbasis pelatihan teknis perawatan pompa irigasi dengan pendekatan partisipatif.Tinjauan pustaka menekankan pentingnya irigasi dalam meningkatkan intensitas tanam, jenis-jenis pompa yang umum digunakan (sentrifugal, piston, submersible), serta konsep preventive maintenance sebagai strategi pencegahan kerusakan. Studi-studi terdahulu menunjukkan bahwa perawatan terjadwal dapat meningkatkan efisiensi penggunaan energi hingga 20% dan menurunkan biaya perbaikan sebesar 30%.Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara bertahap, dimulai dari persiapan, sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, hingga evaluasi. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi, dan praktik lapangan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai keterampilan teknis. Partisipasi masyarakat diwujudkan melalui penyediaan lokasi, penyediaan unit pompa untuk praktik, serta penunjukan kader teknisi desa sebagai peserta inti. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan observasi kondisi pompa untuk mengukur efektivitas program.Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kapasitas teknis petani dalam melakukan perawatan mandiri, efisiensi biaya operasional, serta terbentuknya kader teknisi desa yang berperan dalam keberlanjutan program. Dengan demikian, pelatihan perawatan pompa irigasi tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui peningkatan kemandirian dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya.