Irrigation systems play a crucial role in supporting the sustainability of the agricultural sector, particularly in paddy field areas that heavily depend on water availability and distribution. One of the common problems in irrigation networks is uneven water distribution caused by limited channel capacity and suboptimal discharge management, especially during the dry season. This study aims to analyze irrigation water requirements and evaluate the capacity of the Kejuron Tunggangri channel within the Kalidawir Irrigation Area using the HEC-RAS software. The research employed a descriptive quantitative method utilizing primary data obtained from field observations and measurements of channel dimensions, as well as secondary data consisting of rainfall, dependable discharge, climatological data, and cropping patterns over the last ten years (2015–2024). The analysis included calculations of irrigation water requirements based on rice and secondary crop cropping patterns, assessment of water availability, and flow simulations using HEC-RAS. The results indicate that irrigation water demand varies throughout the planting season, with the highest demand occurring during the initial growth stage of rice crops and the lowest during the dry season. HEC-RAS simulations reveal that several segments of the secondary channel are unable to accommodate the design discharge, resulting in potential overflow, particularly in the upstream sections. Therefore, adjustments to the channel dimensions are required to ensure safe and efficient conveyance of the planned discharge. This study is expected to provide a technical basis for improving irrigation system management and enhancing the sustainable performance of irrigation infrastructure in the Kalidawir Irrigation Area. ABSTRAK Sistem irigasi memegang peranan penting dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian, khususnya pada daerah persawahan yang sangat bergantung pada ketersediaan dan distribusi air. Permasalahan yang sering terjadi pada jaringan irigasi adalah distribusi air yang tidak merata akibat keterbatasan kapasitas saluran dan pengelolaan debit yang belum optimal, terutama pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi serta mengevaluasi kapasitas saluran Kejuron Tunggangri pada Daerah Irigasi Kalidawir dengan bantuan software HEC-RAS. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data primer berupa observasi dan pengukuran dimensi saluran di lapangan, serta data sekunder berupa data curah hujan, debit andalan, klimatologi, dan pola tanam selama 10 tahun terakhir (2015–2024). Analisis dilakukan melalui perhitungan kebutuhan air irigasi berdasarkan pola tanam padi dan palawija, analisis ketersediaan air, serta simulasi aliran saluran menggunakan software HEC-RAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi bervariasi sepanjang musim tanam, dengan kebutuhan tertinggi terjadi pada fase awal pertumbuhan tanaman padi dan terendah pada musim kemarau. Simulasi HEC-RAS menunjukkan bahwa beberapa segmen saluran sekunder tidak mampu menampung debit rencana sehingga berpotensi terjadi luapan, khususnya pada bagian hulu. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian dimensi saluran agar mampu menyalurkan debit secara aman dan efisien. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar teknis dalam pengelolaan dan peningkatan kinerja sistem irigasi secara berkelanjutan di Daerah Irigasi Kalidawir.