Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang ditandai oleh gejala psikosis dan memerlukan terapi jangka panjang, salah satunya menggunakan risperidone. Meskipun efektif dalam mengontrol gejala, risperidone diketahui berpotensi menyebabkan perubahan metabolik, termasuk peningkatan indeks massa tubuh (IMT). Beberapa penelitian menunjukkan adanya kenaikan berat badan yang signifikan pada tahap awal terapi, namun temuan lain justru tidak menemukan perubahan bermakna, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi apakah penggunaan risperidon berkaitan dengan perubahan IMT pada pasien skizofrenia. Penelitian dilakukan di RS Ernaldi Bahar, Palembang, antara Agustus dan November 2025, dengan desain observasional analitik dan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 89 pasien yang menggunakan risperidon dan memiliki data tinggi serta berat badan terbaru dimasukkan ke dalam studi. Data dikumpulkan dari rekam medis serta pengukuran langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada usia 18–59 tahun (93,3%) dan berjenis kelamin laki-laki (74,2%). Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara IMT sebelum dan sesudah penggunaan risperidone dengan nilai p < 0,001, di mana 67 dari 89 pasien mengalami peningkatan IMT. Temuan ini menunjukkan bahwa risperidone berhubungan dengan perubahan IMT secara signifikan pada populasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan risperidone berpengaruh terhadap peningkatan IMT pada pasien skizofrenia, sehingga pemantauan status nutrisi perlu dilakukan secara berkala untuk mencegah risiko metabolik jangka panjang.