Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR SERUM ALBUMIN DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA PENDERITA CA MAMMAE STADIUM LANJUT LOKAL DI RUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA Tina, Asni Ramayana; Utami, Putri Maja; Kartini, Sapril; Fathana, Vicha Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55197

Abstract

Kanker payudara (Ca mammae) stadium lanjut lokal merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian dan risiko komplikasi yang tinggi. Status gizi pasien berperan penting dalam perjalanan penyakit dan dapat dinilai melalui kadar serum albumin serta Indeks Massa Tubuh (IMT). Semakin tinggi stadium kanker payudara, semakin besar risiko terjadinya malnutrisi akibat peningkatan proses inflamasi dan penurunan asupan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar serum albumin dengan IMT pada penderita Ca mammae stadium lanjut lokal di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 25 pasien wanita penderita Ca mammae stadium lanjut lokal yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar serum albumin dilakukan melalui analisis kimia darah, sedangkan IMT dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kadar serum albumin rata-rata sebesar 4,64±0,64 g/dL dan nilai IMT rata-rata sebesar 21,58±3,66 kg/m². Uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,310 (p>0,05) dan r = 0,212 yang menandakan tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar serum albumin dan IMT, meskipun terdapat korelasi lemah dengan arah positif. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar serum albumin dan IMT pada penderita Ca mammae stadium lanjut lokal tidak memiliki hubungan yang signifikan, namun peningkatan stadium penyakit dapat meningkatkan risiko malnutrisi yang berdampak pada kadar albumin dan status gizi pasien.