Dwi Riski Afriansyah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISA KANDUNGAN INHERENT MOISTURE, ASH CONTENT DAN TOTAL SULFUR PADA BATUBARA DI SUMATERA DENGAN METODE ISO & ASTM Dwi Riski Afriansyah; Ismail Marzuki
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 01 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Febuari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i01.25068

Abstract

Batubara merupakan salah satu sumber energi fosil yang memiliki peran penting dalam sektor industri dan ketenagalistrikan. Penggunaannya yang luas sebagai bahan bakar utama dalam pembangkit listrik, produksi baja, serta industri semen menjadikannya komoditas strategis dalam perekonomian global. Kualitas batubara sangat menentukan efisiensi pembakaran, dampak lingkungan, serta nilai ekonomisnya. Oleh karena itu, diperlukan analisis mendalam terhadap karakteristik batubara sebelum digunakan dalam berbagai aplikasi industri.Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan inherent moisture, ash content, dan total sulfur pada batubara di Sumatra berdasarkan analisis menggunakan metode ISO dan ASTM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan inherent moisture berdasarkan metode ISO berada pada rentang 21,37%–25,31%, sedangkan metode ASTM menghasilkan nilai lebih rendah, yaitu 12,36%–15,44%. Untuk ash content, metode ISO memberikan hasil antara 6,51%–8,16%, sementara metode ASTM berada dalam rentang 5,88%–8,75%. Adapun kandungan total sulfur berdasarkan metode ISO berkisar antara 0,18%–0,41%, dan metode ASTM menunjukkan kisaran 0,22%–0,43%. Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa metode ISO cenderung lebih sensitif dan akurat dalam mendeteksi parameter kualitas batubara, terutama untuk batubara muda dari Sumatra yang memiliki kadar air dan mineral pengotor relatif tinggi. Dengan demikian, metode ISO dinilai lebih representatif untuk karakterisasi kualitas batubara di wilayah tersebut.