Fradyco, Marcelius
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBENTUKAN IDENTITAS SOSIAL GENERASI Z MELALUI KEBIASAAN NONGKRONG DI COFFEE SHOP DI TANGERANG Anggawijaya, Marcellino; Lie, Jonathan Raycle; Fradyco, Marcelius; Latifah, Annisa Husnul
Jurnal Hospitality dan Pariwisata Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Hospitality dan Pariwisata
Publisher : Program Studi Hospitality dan Pariwisata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/jhp.v12i1.9312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan identitas sosial Generasi Z melalui kebiasaan nongkrong di coffee shop di Tangerang dengan menggunakan kerangka tiga dimensi identitas sosial Padilla & Perez (2003), yaitu kognitif, afektif, dan perilaku. Fenomena nongkrong di coffee shop telah berkembang bukan hanya sebagai aktivitas konsumsi, melainkan sebagai praktik sosial yang terkait erat dengan gaya hidup, ekspresi diri, dan konstruksi identitas generasi muda urban. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semiterstruktur dengan lima informan Generasi Z yang pernah nongkrong di Kopi Nako dan Tomoro Coffee. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi kognitif, coffee shop dimaknai sebagai ruang produktif, kreatif, dan representatif terhadap gaya hidup modern. Pada dimensi afektif, coffee shop memunculkan perasaan nyaman, diterima, dan terhubung dengan komunitas, sehingga menumbuhkan sense of belonging serta validasi identitas. Pada dimensi perilaku, Generasi Z menampilkan identitasnya melalui aktivitas bekerja dengan laptop, pemilihan minuman, cara berpenampilan, serta praktik performatif yang turut didokumentasikan di media sosial sebagai bentuk self-presentation. Ketiga dimensi tersebut saling berinteraksi membentuk siklus identitas yang holistik, di mana pemaknaan ruang memengaruhi emosi dan tindakan, sementara tindakan yang divalidasi lingkungan sosial memperkuat kembali makna dan keterikatan emosional. Kesimpulannya, coffee shop berfungsi sebagai third place yang tidak hanya menjadi ruang rekreatif, tetapi juga laboratorium identitas tempat Generasi Z membangun, menegaskan, dan merundingkan identitas sosial mereka