Abstract Persit wives who experience long-distance marriages (LDM) due to their husbands' military assignments often face anxiety, particularly concerning the possibility of infidelity. This condition is exacerbated by limited communication and uncertainty in the deployment environment. This study aims to examine the relationship between social support and anxiety about infidelity among Persit wives at Military Dormitory X, Sidoarjo. A quantitative correlational method was employed, with purposive sampling involving 152 participants. Data were collected using a four-point Likert scale questionnaire distributed online. The product-moment correlation test revealed a significant negative relationship between social support and anxiety, with r = -0.338 and significance = 0.000 (< 0.05). This indicates that higher social support is associated with lower anxiety levels. Keywords: social support, anxiety, infidelity, Persit wives, long-distance marriage Abstrak Ibu Persit yang menjalani long distance marriage (LDM) akibat penugasan militer suami sering mengalami kecemasan, khususnya terkait kemungkinan perselingkuhan. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan komunikasi serta juga ketidakpastian lingkungan penugasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi perselingkuhan pada ibu Persit di Asrama Militer X, Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling sebanyak 152 partisipan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert empat poin yang disebarkan secara daring. Hasil uji korelasi product moment menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial serta juga kecemasan, dengan nilai r = -0,338 serta juga signifikansi 0,000 (< 0,05). Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, semakin rendah kecemasan yang dirasakan. Kata kunci: dukungan sosial, kecemasan, perselingkuhan, ibu Persit, long distance marriage