Matullessya, Gabriella Providencia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH VARIASI SUHU PADA MICROWAVE DIGESTER UNTUK DELIGNIFIKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Matullessya, Gabriella Providencia; Raudhatussya'rifah, Ra'ida; Pandita, Nia Gusti; Lestary, Rara Ayu; Sipayung, Rosmawati; Suryadri, Hadistya
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2026.30773

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu limbah padat hasil industri kelapa sawit yang masih kurang dimanfaatkan secara optimal padahal memiliki kandungan selulosa yang tinggi dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku material biopolimer. Namun kandungan lignin yang besar pada struktur TKKS menjadi hambatan utama karena bersifat kompleks dan sukar terdegradasi. Oleh karena itu diperlukan proses pendahuluan (pretreatment) yang efisien untuk menguraikan lignin tanpa merusak struktur selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi suhu terhadap kinerja proses delignifikasi TKKS menggunakan metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) dengan pelarut NaOH. Proses dilakukan pada daya konstan 300 W dengan variasi suhu 80°C, 100°C, 120°C, 140°C, dan 160°C. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen padatan, komposisi kimia dengan metode Chesson-Datta, dan identifikasi gugus fungsi menggunakan FTIR. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan suhu menurunkan yield padatan dari 86,27% pada 80°C menjadi 74,37% pada 140°C sementara kandungan lignin berkurang signifikan hingga 22,63% pada 160°C. Analisis FTIR memperlihatkan penurunan intensitas pita aromatik lignin pada 1593 cm⁻¹ serta penguatan pita C-O di rentang 1100-1028 cm⁻¹ menandakan peningkatan kemurnian selulosa. Kondisi optimum dicapai pada suhu 160°C dengan efisiensi delignifikasi tertinggi dan stabilitas selulosa tetap terjaga. Hasil ini menunjukkan bahwa MAE bersuhu tinggi efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas biomassa TKKS sebagai sumber bahan baku berkelanjutan di industri hijau.