Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Aplikasi Penggunaan Pupuk Kompos: Strategi Meningkatkan Kesuburan Tanah di Kota Jambi Suryadri, Hadistya; Prabasari, Ira Galih; Heraningsih, Sarah Fiebrina; Alfernando, Oki; Mundarti, Sri; Sipayung, Rosmawati; Widyastuti, Nita; Lestary, Rara Ayu; Raudhatussya'rifah, Ra'ida; Herlambang, Aldillah; Amalia, Rahma
Pengabdian Cendekia Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No 1 (Juni 2025) Membangun Kecendekian: Transformasi Melalui Pengabdian
Publisher : Indonesian Scholars Global Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63107/pk8kcp98

Abstract

Kesuburan tanah yang menurun akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan menjadi tantangan serius bagi petani di RT 10 dan 11 Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi. Padahal, wilayah ini memiliki potensi besar berupa limbah organik rumah tangga dan limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku pupuk kompos. Urgensi kegiatan ini terletak pada perlunya solusi berkelanjutan yang ramah lingkungan dan ekonomis dalam pengelolaan kesuburan tanah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pembuatan serta pemanfaatan pupuk kompos sebagai alternatif pengganti pupuk kimia. Metode yang digunakan mencakup survei lapangan, sosialisasi materi, praktik langsung pembuatan pupuk kompos, dan diskusi partisipatif, yang dilaksanakan pada 19 Agustus 2024 dan melibatkan 20 warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat tentang manfaat dan teknik pembuatan pupuk kompos, serta terbentuknya kelompok kerja lokal sebagai bentuk keberlanjutan program. Selain itu, kegiatan ini dapat menunjukkan bahwa edukasi teknis yang terintegrasi dengan praktik langsung dan pendekatan partisipatif mampu memberdayakan masyarakat dalam mengelola limbah organik dan meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Sustainable River Water Treatment Using Coffee Grounds: A Case Study on the Batanghari River Raudhatussya'rifah, Ra'ida; Heraningsih, Sarah Fiebrina; Alfernando, Oki; Widyastuti, Nita; Amelia, Dera; Meiyola, Nada Karima; Amanda, Nathasya Putri; Sakinah, Syarri; Ancel, Violetta Fanissa
Rekayasa Vol 18, No 3: Desember, 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v18i3.31002

Abstract

The Batanghari River is increasingly contaminated by organic and inorganic pollutants resulting from intensive human activities, posing significant risks to both ecosystems and public health. This study evaluates the potential of spent coffee grounds—a low-cost, eco-friendly organic waste—as a biosorbent to purify the river water, specifically focusing on the removal of soluble contaminants measured by Total Dissolved Solids (TDS). The coffee grounds were prepared via thermal activation (110 °C for 30 min) and systematically tested in a batch adsorption system using dosages of 1, 2, and 3 grams to determine the optimal dosage for water quality improvement. The treatment demonstrated high efficacy across multiple water quality parameters. The adsorbent achieved an outstanding turbidity removal efficiency of 91.96%, effectively eliminating suspended particles. The optimal reduction in TDS was recorded at 4.9 mg/L using the 3-gram dosage, confirming success against soluble contaminants. Concurrently, the pH level increased from 6.65 to 8.16 at the 2-gram dose, reflecting improved water neutrality, and physical observations confirmed the murky, foul-smelling water became visibly clearer and odorless. Isotherm analysis revealed that the adsorption process is governed by the Langmuir model, confirming a favorable monolayer adsorption mechanism. This is evidenced by a maximum adsorption capacity (Qmax) of 10.50 mg/g and a separation factor (RL) of 0.21. These results robustly establish spent coffee grounds as a highly accessible and sustainable solution for environmental remediation, offering a viable pathway for restoring river water quality while utilizing agricultural waste. 
PENGARUH VARIASI SUHU PADA MICROWAVE DIGESTER UNTUK DELIGNIFIKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Matullessya, Gabriella Providencia; Raudhatussya'rifah, Ra'ida; Pandita, Nia Gusti; Lestary, Rara Ayu; Sipayung, Rosmawati; Suryadri, Hadistya
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2026.30773

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu limbah padat hasil industri kelapa sawit yang masih kurang dimanfaatkan secara optimal padahal memiliki kandungan selulosa yang tinggi dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku material biopolimer. Namun kandungan lignin yang besar pada struktur TKKS menjadi hambatan utama karena bersifat kompleks dan sukar terdegradasi. Oleh karena itu diperlukan proses pendahuluan (pretreatment) yang efisien untuk menguraikan lignin tanpa merusak struktur selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi suhu terhadap kinerja proses delignifikasi TKKS menggunakan metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) dengan pelarut NaOH. Proses dilakukan pada daya konstan 300 W dengan variasi suhu 80°C, 100°C, 120°C, 140°C, dan 160°C. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen padatan, komposisi kimia dengan metode Chesson-Datta, dan identifikasi gugus fungsi menggunakan FTIR. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan suhu menurunkan yield padatan dari 86,27% pada 80°C menjadi 74,37% pada 140°C sementara kandungan lignin berkurang signifikan hingga 22,63% pada 160°C. Analisis FTIR memperlihatkan penurunan intensitas pita aromatik lignin pada 1593 cm⁻¹ serta penguatan pita C-O di rentang 1100-1028 cm⁻¹ menandakan peningkatan kemurnian selulosa. Kondisi optimum dicapai pada suhu 160°C dengan efisiensi delignifikasi tertinggi dan stabilitas selulosa tetap terjaga. Hasil ini menunjukkan bahwa MAE bersuhu tinggi efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas biomassa TKKS sebagai sumber bahan baku berkelanjutan di industri hijau.