Neurodermatitis sirkumskripta merupakan penyakit kulit kronis yang ditandai dengan plak hiperpigmentasi, likenifikasi, dan skuama akibat siklus gatal dan garuk berulang. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia dewasa hingga lanjut usia dan sering dipicu oleh stres psikologis serta pajanan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan aspek klinis, faktor pencetus, dan hasil penatalaksanaan Neurodermatitis sirkumskripta dengan menekankan peran stres dan lingkungan kerja. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang laki laki berusia 58 tahun yang datang ke Poliklinik Kulit RSUD Arjawinangun pada April 2024 dengan keluhan gatal kronis pada dorsum pedis sinistra selama kurang lebih tiga tahun. Data diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan klinis, dan dokumentasi foto lesi. Pemeriksaan dermatologis menunjukkan satu plak terlokalisasi berukuran sekitar 5 x 8 cm dengan gambaran hiperpigmentasi, skuama, dan likenifikasi berbatas tegas. Keluhan gatal memberat pada malam hari dan saat tidak beraktivitas, serta diperberat oleh stres emosional dan kebiasaan menggaruk kronis. Pasien bekerja sebagai petani dengan pajanan lingkungan yang berpotensi memperburuk kondisi kulit. Penatalaksanaan dilakukan melalui edukasi manajemen stres, modifikasi perilaku untuk menghentikan kebiasaan menggaruk, serta pemberian metilprednisolon oral, loratadine, dan urea 10 persen topikal. Evaluasi klinis setelah dua minggu menunjukkan perbaikan objektif berupa penurunan intensitas gatal dan berkurangnya penebalan lesi. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikologis dan lingkungan berperan penting dalam perjalanan penyakit. Implikasi klinisnya menegaskan perlunya pendekatan terapi holistik yang mengintegrasikan intervensi farmakologis dan psikososial untuk meningkatkan hasil pengobatan dan mencegah kekambuhan pada praktik klinik sehari-hari.