Mewengkang , Alfrina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Digital Storytelling bagi Masyarakat untuk Meningkatkan Kesadaran dan Kesiapsiagaan Bencana di Kota Manado Mewengkang , Alfrina; Sengkey, Marssel Michael
Collaborative: Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2025): (NOVEMBER) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/ybsvb947

Abstract

Kota Manado merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, yang berdampak signifikan terhadap keselamatan dan kehidupan masyarakat. Salah satu tantangan utama dalam penanggulangan bencana adalah rendahnya literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat, serta keterbatasan media komunikasi yang kontekstual dan mudah dipahami. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana masyarakat melalui pelatihan digital Storytelling sebagai media edukasi berbasis pengalaman lokal. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Ternate Baru dan Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado, dengan melibatkan 32 peserta yang terdiri atas pemuda, ibu rumah tangga, perangkat kelurahan, dan tokoh masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan literasi kebencanaan, pelatihan pembuatan konten digital Storytelling, simulasi keadaan darurat bersama BPBD, serta pembentukan komunitas digital storyteller kebencanaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta mengenai kesiapsiagaan bencana, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 38% pada pre-test menjadi 80% pada post-test. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan berbagai luaran digital berupa 12 video pendek, 8 infografis, dan 3 poster kebencanaan, serta terbentuknya komunitas digital storyteller kebencanaan sebagai bentuk keberlanjutan program. Program ini membuktikan bahwa digital Storytelling merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan literasi kebencanaan, keterampilan digital, dan partisipasi masyarakat dalam penyebaran informasi kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas.
Pendampingan Psikososial bagi Korban Banjir Untuk Mengatasi Trauma dan Stress Pascabencana di Kota Manado Sengkey, Marssel Michael; Tiwa, Tellma Monna; Mewengkang , Alfrina
Collaborative: Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2025): (NOVEMBER) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/nc7nwg68

Abstract

Kota Manado merupakan wilayah rawan banjir yang hampir setiap tahun mengalami bencana dengan dampak tidak hanya pada aspek fisik dan material, tetapi juga pada kondisi psikologis dan sosial masyarakat terdampak. Pascabanjir yang terjadi pada Maret 2025, banyak warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia, mengalami trauma, stres, dan kecemasan yang berlarut-larut, sementara layanan psikososial masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra dan masyarakat dalam memberikan pendampingan psikososial berbasis komunitas bagi korban banjir. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui pelatihan dasar pendampingan psikososial, simulasi praktik lapangan, serta edukasi berkelanjutan dan sosialisasi komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader lokal yang ditandai dengan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 32% serta meningkatnya kemampuan komunikasi empatik. Simulasi praktik lapangan memberikan dampak positif terhadap ekspresi emosi anak-anak penyintas banjir dan meningkatkan kepercayaan diri kader dalam melakukan pendampingan. Edukasi komunitas menjangkau lebih dari 120 warga dan mendorong penerapan teknik koping sederhana dalam pengelolaan stres pascabencana. Selain itu, terbentuknya Tim Relawan Psikososial berbasis komunitas menjadi luaran penting yang mendukung keberlanjutan program. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memperkuat ketahanan psikososial masyarakat dan berpotensi direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya.