Kota Manado merupakan wilayah rawan banjir yang hampir setiap tahun mengalami bencana dengan dampak tidak hanya pada aspek fisik dan material, tetapi juga pada kondisi psikologis dan sosial masyarakat terdampak. Pascabanjir yang terjadi pada Maret 2025, banyak warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia, mengalami trauma, stres, dan kecemasan yang berlarut-larut, sementara layanan psikososial masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra dan masyarakat dalam memberikan pendampingan psikososial berbasis komunitas bagi korban banjir. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui pelatihan dasar pendampingan psikososial, simulasi praktik lapangan, serta edukasi berkelanjutan dan sosialisasi komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader lokal yang ditandai dengan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 32% serta meningkatnya kemampuan komunikasi empatik. Simulasi praktik lapangan memberikan dampak positif terhadap ekspresi emosi anak-anak penyintas banjir dan meningkatkan kepercayaan diri kader dalam melakukan pendampingan. Edukasi komunitas menjangkau lebih dari 120 warga dan mendorong penerapan teknik koping sederhana dalam pengelolaan stres pascabencana. Selain itu, terbentuknya Tim Relawan Psikososial berbasis komunitas menjadi luaran penting yang mendukung keberlanjutan program. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memperkuat ketahanan psikososial masyarakat dan berpotensi direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya.
Copyrights © 2025