Cimex hemipterus merupakan serangga penghisap darah yang mengganggu kenyamanan tidur dan gigitannya dapat menimbulkan ruam, reaksi alergi, kemerahan pada kulit, hingga lepuh. Pengendalian serangga yang umum dan efektif yaitu insektisida kimia namun berisiko bagi kesehatan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman. Salah satunya menggunakan ekstrak kayu bajakah (Spatholobus littoralis) yang mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan triterpenoid. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak kayu bajakah terhadap mortalitas Cimex hemipterus. Metode penelitian yaitu eksperimental dengan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 125 ekor Cimex hemipterus dibagi dalam lima kelompok (konsentrasi 5%, 10%, 15%, kontrol positif, dan kontrol negatif) dengan lima kali pengulangan sesuai rumus federer. Cimex dinyatakan mati apabila tidak menunjukkan pergerakan dan tidak bereaksi saat disentuh menggunakan pinset. Data dianalisis secara univariat, diuji normalitas Shapiro-Wilk, uji Kruskal-Wallis, uji Mann-Whitney, serta analisis probit untuk menentukan nilai LC50 dan LC90. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 15% menyebabkan mortalitas 100% dalam 24 jam. Nilai LC50 sebesar 6,56% dan LC90 sebesar 11,39%. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05). Mann Whitney menunjukkan konsentrasi 10% dan 15% tidak berbeda signifikan dengan Baygon (p>0,05). Kesimpulan, ekstrak kayu bajakah terbukti efektif dalam menyebabkan kematian Cimex hemipterus, dengan konsentrasi 15% menunjukkan efektivitas tertinggi yaitu 100% mortalitas dalam 24 jam).