Latar Belakang: Periode balita merupakan fase krusial dalam proses perkembangan motorik kasar dan halus. Pengetahuan ibu mengenai perkembangan anak sangat penting untuk dapat memberikan stimulasi yang tepat sesuai tahapan usianya. Peneliatian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan motorik dengan kemampuan motorik balita di Posyandu Duku, Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan serta tinjauannya dalam perspektif Islam. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 ibu dan balita yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pengetahuan ibu serta kuesioner pra-skrining perkembangan (KPSP) untuk menilai kemampuan motorik balita. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan cukup (45,0%) dan sebagian besar balita memiliki kemampuan motorik sesuai usianya (72,5%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kemampuan motorik balita dengan nilai P < 0,001 dan koefisien kolerasi r = 0,527. Perspektif islam menegaskan bahwa ibu adalah “madrasatul ula” (sekolah pertama bagi anak) yang berperan penting dalam menjaga kualitas generasi (hifz al-nasl). Simpulan: pada penelitian ini didapatkan hasil hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan kemampuan motorik balita. Ibu diharapkan terus meningkatkan pengetahuan melalui penyuluhan kesehatan maupun sumber informasi digital terpercaya serta memberikan stimulasi secara konsisten kepada balitanya.