Background: Knee osteoarthritis (OA) is a leading cause of long-term pain and functional limitation worldwide. However, the relative clinical benefits of intra-articular hyaluronic acid (HA) and corticosteroid (CS) injections in pain relief remain controversial. Purpose: To identify, critically assess, and integrate the effectiveness of hyaluronic acid injections compared with intra-articular corticosteroids for pain in mild to moderate knee osteoarthritis. Method: A structured literature search was conducted using PubMed, EBSCO, and Springer for publications from the last decade, following PRISMA guidelines. Of the 322 articles screened, five RCTs with a total of 514 participants met the inclusion criteria and were analyzed narratively. Results: Research findings varied across studies, but the general pattern was that HA tended to produce more sustained pain relief in the medium term (approximately 3–6 months) than CS. Two clinical trials demonstrated statistically significant superiority of HA over this period, while CS provided faster but shorter symptom relief. Conclusion: Both HA and CS provide therapeutic benefits, but their temporal response patterns differ. HA appears to be better suited for long-term symptom control, while CS is better suited for short-term pain relief during acute exacerbations. Further comparative studies are needed to confirm these long-term temporal differences. Keywords: Corticosteroids; Hyaluronic Acid; Intra-Articular Injection; Knee Osteoarthritis; Pain. Pendahuluan: Osteoartritis lutut (OA) merupakan penyebab utama nyeri jangka panjang dan keterbatasan fungsi di seluruh dunia. Namun, manfaat klinis yang relatif antara injeksi asam hialuronat (HA) dan kortikosteroid (CS) intra-artikular dalam mengurangi nyeri masih menjadi perdebatan. Tujuan: Untuk mengidentifikasi, menilai secara kritis, dan mengintegrasikan efektivitas injeksi asam hialuronat dibandingkan kortikosteroid intra-artikular untuk nyeri pada osteoartritis lutut derajat ringan hingga sedang. Metode: Pencarian literatur terstruktur dilakukan melalui PubMed, EBSCO, dan Springer untuk publikasi dalam satu dekade terakhir, mengikuti panduan PRISMA. Dari 322 artikel yang disaring, 5 RCT dengan total 514 peserta memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan variasi antar studi, namun pola umum memperlihatkan bahwa HA cenderung menghasilkan perbaikan nyeri yang lebih bertahan dalam jangka menengah (sekitar 3–6 bulan) dibandingkan CS. Dua uji klinis menunjukkan keunggulan signifikan secara statistik pada HA dalam periode tersebut, sementara CS memberikan perbaikan gejala yang lebih cepat tetapi bersifat lebih singkat. Simpulan: Baik HA maupun CS memberikan manfaat terapeutik tetapi pola respons waktunya berbeda. HA tampak lebih cocok untuk kontrol gejala jangka lebih panjang, sedangkan CS lebih sesuai untuk meredakan nyeri jangka pendek pada periode eksaserbasi akut. Penelitian komparatif lanjutan masih diperlukan untuk memastikan perbedaan temporal jangka panjang ini. Kata Kunci: Asam Hialuronat; Injeksi Intra-Artikular; Kortikosteroid; Nyeri; Osteoartritis Lutut.