Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the Implementation of Criminal Sanctions for Narcotics Crimes in Indonesia Salsabilla, Putri Icha; Diwangga, Awal; Nasution, Asfrianda Mulia; Ayu, Fitri; Rayfades, Akbar; Rafsanjany, Mu’ammar; Matondang, Maulidya Mora
JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Vol 8, No 1 (2026): JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jihad.v8i1.9082

Abstract

This research aims to analyze the legal foundations and sanctions for drug abuse according to fiqh jinayah. This research is a normative juridical legal study with a qualitative approach that analyzes the sanctions for narcotics offenses in national law and Islamic law. Data were collected through literature study and analyzed descriptively, comparatively, and normatively. The collected data were then analyzed using qualitative descriptive methods. Fiqh jinayah in Islamic law provides room for the imposition of sanctions against drug abuse through the taʿzir approach using the qiyas method by equating narcotics with khamr because both have the same illah, which is intoxicating and damaging to the mind. The form of this sanction is adjusted according to the level of damage (mafsadat) caused, which can include flogging, rehabilitation, imprisonment, or even the death penalty for major traffickers. Thus, Islamic law through fiqh jinayah remains relevant and adaptive in responding to contemporary issues such as drug abuse, while adhering to sharia principles and the welfare of the community.
Peran Viktimologi dalam Mengungkap Posisi Korban dalam Sistem Peradilan Pidana Nst, Asfrianda Mulia; Rafsanjany, Mu’ammar
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/74farq86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran viktimologi dalam mengungkap posisi korban dalam sistem peradilan pidana yang selama ini cenderung berorientasi pada pelaku (offender oriented). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih lemahnya perlindungan terhadap korban, yang seringkali hanya diposisikan sebagai saksi tanpa mendapatkan pemenuhan hak yang memadai. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui studi literatur. Tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data dari berbagai sumber hukum, analisis data secara kualitatif, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viktimologi memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi korban dengan menekankan pentingnya perlindungan hukum, pemberdayaan korban, serta penerapan prinsip keadilan restoratif (restorative justice). Pembahasan juga menyoroti pentingnya peran advokat dan lembaga bantuan hukum dalam menjembatani akses keadilan bagi korban. Namun demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan regulasi dan implementasi yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan hukum yang lebih berpihak pada korban guna mewujudkan sistem peradilan pidana yang lebih adil dan berimbang.