Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan prevalensi terus meningkat dan sebagian besar dialami oleh lansia. Ketidakpatuhan dalam menjalani terapi pengobatan dapat memperburuk kondisi penderita dan meningkatkan risiko komplikasi serius. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kepatuhan adalah tingkat pengetahuan pasien mengenai penyakit dan terapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan terapi pengobatan pada lansia penderita DM tipe 2 di RSUD Muna Barat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan kepatuhan terapi pengobatan, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (45,5%) dan kepatuhan tinggi (45,5%). Uji statistik memperoleh nilai p = 0,032 (< 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,374 yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan terapi pengobatan. Semakin baik pengetahuan lansia tentang DM, semakin tinggi pula tingkat kepatuhan mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan lansia sehingga keberhasilan terapi dapat tercapai. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan terapi pengobatan pada lansia penderita DM tipe 2 di RSUD Muna Barat. Upaya peningkatan edukasi kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan pasien sehingga dapat mendukung keberhasilan terapi.