ABSTRACT Vulva hygiene is an important effort in maintaining female reproductive health, particularly in preventing vaginal discharge among adolescent girls. This study was motivated by the continued occurrence of pathological vaginal discharge among adolescent girls associated with limited knowledge and attitudes toward Vulva hygiene, despitehealth education efforts. This study aimed to determine the level of knowledge and attitudes regarding Vulva hygiene in preventing vaginal discharge among adolescent girls. The research employed a quantitative descriptive design with proportional stratified random sampling involving 241 respondents. Data were collected using aknowledge and attitude questionnaire on Vulva hygiene developed by Arifianti and Samaria (2021). Validity and reliability tests showed that all questionnaire items were valid, with calculated r values greater than the r table values (0.393–0.752 for knowledge and 0.396– 0.773 for attitudes), and reliable, with Cronbach’s Alpha values of 0.841 and 0.809. The data were analyzed using univariate analysis to describe frequency and percentage distributions. The results showed that all respondents had experienced vaginal discharge, most of which wasphysiological. The majority of respondents had good knowledge (50.2%), and more than half demonstrated positive attitudes (51%) toward Vulva hygiene practices, although negative attitudes remained relatively high. This studyindicates the need for continuous reproductive health education to support optimal Vulva hygiene practices in preventing vaginal discharge. Keywords : Adolescent Girls, Vaginal Discharge Prevention, Vulva Hygiene, Vulva Hygiene Attitudes, Vulva Hygiene Knowledge, Vaginal Discharge. ABSTRAK Vulva hygiene merupakan upaya penting dalam memelihara kesehatan organ reproduksi pada perempuan, khususnya dalam mencegah terjadinya keputihan pada remaja wanita. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kejadian keputihan patologis pada remaja putri yang berkaitan dengan keterbatasan pengetahuan dan sikap Vulva hygiene, meskipun upaya edukasi kesehatan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana tingkat pengetahuan dan sikap mengenai Vulva hygiene dalam mencegah kejadian keputihan pada remaja putri.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling penelitian ini adalah proportional stratified random sampling, terhadap 241 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakankuesioner Arifianti Samaria, (2021) mengenai tingkat pengetahuan dan sikap Vulva hygiene hasil uji validitas dan reliabilitas yang dilakukan, seluruh item pada kuesioner pengetahuan dan sikap Vulva hygiene dinyatakan valid dengan nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,393–0,752 untuk pengetahuan dan 0,396–0,773 untuk sikap) serta reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha masing-masing sebesar 0,841 dan 0,809. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden pernah mengalami keputihan yang sebagian besar tergolong fisiologis. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (50,2%) dan lebih dari setengah menunjukkan sikap positif (51%) terhadap penerapan Vulva hygiene, meskipun proporsi sikap negatif masih cukup tinggi. Penelitian ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan untuk meningkatkan sikap dan mendukung praktik Vulva hygiene yang optimal dalam mencegah keputihan. Kata Kunci: Keputihan, Pencegahan Keputihan, Pengetahuan Vulva Hygiene, Remaja Putri, Sikap Vulva Hygiene.