Setiawan, Farhan Ari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Ukuran Dewan, Independensi Dewan, Kepemilikan Institusi, Dan Kualitas Hukum Terhadap Kinerja ESG Pada Perusahaan Manufaktur Negara ASEAN Dan China Tahun 2021-2024 Setiawan, Farhan Ari
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 14, No 1 (2026): February
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v14i1.110105

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh ukuran dewan, independensi dewan, kepemilikan institusi, dan kualitas hukum terhadap kinerja ESG pada perusahaan manufaktur negara ASEAN dan China tahun 2021-2024.Metode penelitian – Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data sekunder diambil dari database Refinitiv, World Justice Project, dan Heritage Foundation. Kriteria sampel adalah perusahaan manufaktur publik di negara ASEAN dan China yang memiliki kelengkapan informasi selama 2021-2024. Sampel penelitian sebanyak 357 perusahaan dari sebelas negara. Pengujiannya adalah uji asumsi klasik, analisis statistik deskriptif, dan pengujian hipotesis.Temuan – Ukuran dewan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ESG. Independensi dewan, kepemilikan oleh institusi keuangan, dan kualitas hukum memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ESG.Batasan/Implikasi – Para stakeholder di negara ASEAN dan China dapat menerapkan hasil penelitian ini untuk mengatasi masalah rendahnya kinerja ESG perusahaan manufaktur. Pemerintah Myanmar, Laos, dan Kamboja dapat meningkatkan kualitas hukum. Pasar modal dapat menerapkan berbagai kebijakan untuk mengatur tata kelola perusahaan yang terdaftar seperti batas minimum independensi dewan dan batas minimum kepemilikan oleh institusi keuangan.Orisinalitas – Penelitian ini mengisi kesenjangan yang terjadi pada literatur melalui beberapa cara. Pertama, belum ada penelitian yang menyelidiki variabel yang dapat mempengaruhi kinerja ESG melalui variabel tingkat perusahaan (tata kelola) dan variabel tingkat negara (kualitas hukum).