Yahdinil Firda Nadhira
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN HOLISTIK DALAM PENANGANAN SKIZOFRENIA: STUDI KASUS DI YAYASAN REHABILITASI MENTAL DAN NARKOTIKA Rosiyatus Sovy; Yahdinil Firda Nadhira
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Progress.
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4700

Abstract

ABSTRACTMental health challenges and drug addiction are intricate issues that demand a multifaceted approach. In Indonesia, the incidence of mental health disorders and substance abuse has been steadily increasing each year, creating profound effects on individuals, families, and the broader community. The Dhira Suman Trotoha Foundation, situated in Serang, Banten, stands out as a rehabilitation center dedicated to mental health recovery, drug addiction intervention, and addressing other critical concerns. The foundation provides holistic rehabilitation programs that encompass counseling, psychological therapy, and supportive activities aimed at restoring patients' overall well-being. This research seeks to examine the rehabilitation strategies employed by the foundation, with a specific focus on the treatment of schizophrenia—a persistent mental health condition that disrupts cognitive, emotional, and social functioning. Efforts to manage schizophrenia in Indonesia are met with considerable challenges, such as societal stigma and a scarcity of adequate rehabilitation facilities. This study aspires to gain a comprehensive understanding of the holistic rehabilitation methods utilized, assess the effectiveness of the programs, identify operational challenges, and evaluate their positive impacts on patients. The findings from this research are anticipated to inform the development of mental health policies and rehabilitation initiatives in Indonesia. Additionally, the study aims to foster greater public awareness about the necessity of compassionate and inclusive care for individuals living with mental health disorders. ABSTRAKMasalah kesehatan mental dan kecanduan narkoba merupakan isu kompleks yang membutuhkan penanganan komprehensif. Di Indonesia, prevalensi gangguan jiwa dan penyalahgunaan narkotika terus meningkat setiap tahunnya, berdampak signifikan pada individu, keluarga, dan masyarakat. Yayasan Dhira Suman Trotoha, yang berlokasi di Serang, Banten, telah menjadi salah satu pusat rehabilitasi yang berfokus pada pemulihan kesehatan mental, penanganan kecanduan narkoba, dan berbagai permasalahan serius lainnya. Yayasan ini menawarkan program rehabilitasi berbasis terapi holistik yang mencakup konseling, terapi psikologis, dan kegiatan pendukung untuk memulihkan kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati metode rehabilitasi yang diterapkan di yayasan tersebut, khususnya dalam menangani pasien skizofrenia—gangguan mental kronis yang memengaruhi fungsi kognitif, emosional, dan sosial. Penanganan skizofrenia di Indonesia menghadapi tantangan besar, termasuk stigma sosial dan keterbatasan fasilitas rehabilitasi. Melalui observasi ini, diharapkan diperoleh pemahaman mendalam mengenai pendekatan rehabilitasi holistik yang diterapkan, efektivitas program, tantangan operasional, serta dampak positif terhadap pasien. Hasil observasi diharapkan dapat menjadi acuan untuk pengembangan kebijakan kesehatan mental dan program rehabilitasi di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan yang manusiawi dan komprehensif bagi penderita gangguan mental.
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PASIEN GANGGUAN JIWA AKIBAT PENGGUNAAN NARKOTIKA DI YAYASAN DHIRA SUMAN TRITOHA Safinah Safinah; Yahdinil Firda Nadhira
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4705

Abstract

ABSTRACT This research utilized a qualitative approach with diverse data collection techniques, including in-depth interviews and participatory observation. The selection of Dhira Suman Tritoha Foundation as the research site was based on its status as a mental, narcotic, and geriatric rehabilitation center, which is relevant for observing the condition of drug addicts who experience physical and mental damage. Dhira Suman Tritoha Foundation in Serang, Banten, was established in response to the increasing cases of mental illness and drug abuse. The rehabilitation program implemented covers medical, social, and spiritual aspects, with activities such as music therapy, counseling, and religious rituals. Mr. S's case demonstrates the importance of comprehensive rehabilitation support and the active role of the family in the patient's recovery. Despite facing challenges in patient management, the rehabilitation staff is committed to providing the best care so that patients can return to normal daily life. ABSTRACT Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang beragam, termasuk wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Pemilihan Yayasan Dhira Suman Tritoha sebagai lokasi penelitian didasarkan pada statusnya sebagai pusat rehabilitasi mental, narkotika, dan geriatri, yang relevan untuk mengamati kondisi pecandu narkoba yang mengalami kerusakan fisik dan jiwa. Yayasan Dhira Suman Tritoha di Serang, Banten, didirikan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus gangguan jiwa dan penyalahgunaan narkotika. Program rehabilitasi yang diterapkan mencakup aspek medis, sosial, dan spiritual, dengan berbagai aktivitas seperti terapi musik, konseling, dan ritual keagamaan. Kasus Tuan S menunjukkan pentingnya dukungan rehabilitasi yang menyeluruh dan peran aktif keluarga dalam pemulihan pasien. Meskipun menghadapi tantangan dalam pengelolaan pasien, staf rehabilitasi berkomitmen untuk memberikan perawatan terbaik agar pasien dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari secara normal.