Novita Rahmawati
Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BAHASA DAN OTAK MANUSIA Syifa Nuraulia Ritonga Syifa; Novita Rahmawati; Silvina Noviyanti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Progress.
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.5159

Abstract

Berdasarkan struktur biologis alat suara dan organisasi otak manusia, bahwasanya otak memegang peranan penting dalam bahasa. Proses bahasa dalam otak meliputi dua hal. Apabila informasi yang masuk dalam bentuk lisan, maka bunyi-bunyi ditanggapi di lobe temporal, khususnya pada korteks primer pendengaran. Selanjutnya bunyi-bunyi tersebut akan diolah lalu dikirim ke daerah Wernicke untuk diinterpretasikan. Jika memerlukan adanya tanggapan secara verbal, maka terlebih dahulu interpretasi dikirim ke daerah Broca melalui fasikulus arkuat. Berbeda pada input yang berupa tulisan, masukan ditanggapi langsung oleh korteks visual di lobe osipital. Masukan tadi tidak dikirim langsung ke daerah Wernicke, akan tetapi harus melewati girus anguler. Girus anguler ini yang mengoordinasikan daerah pemahaman dengan daerah osipital. Selain itu, otak memiliki bagian yang menangani fungsi-fungsi intelektual dan bahasa yang dinamakan korteks serebral. Dalam korteks serebral manusia terdapat hemisfir kiri dan hemisfir kanan. Hemisfir kiri bertanggung jawab atas ihwal kebahasaan, Untuk itu jika terjadi gangguan pada hemisfir kiri secara otomatis kemampuan wicara berbahasa orang itu menurun dengan drastis. Hemisfir kanan lebih dominan dalam menangani tugas-tugas yang berkaitan dengan desain dan pola-pola visual. Hemisfir kanan juga memengaruhi kebahasaan seseorang, namun tidak sebesar hemisfir kiri. Jika hemisfir kanannya yang terganggu, maka kemampuan mereka dalam mengurutkan peristiwa sebuah cerita (narasi) menjadi kacau dan mendapatkan kesukaran menarik inferensi.
EXPLORASI NILAI TRADISI NUGAL PADI DI DESA OLAK DAN DESA ARO, PROVINSI JAMBI DARI SISI NILAI SPIRITUAL, EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA Sruni Lestari; Alya Yulieta; Nicky Handayani; Yeni Susanti; Rina Astuti; Nafa Rahmadani; Naila Ramadhani; Novita Rahmawati; Rizkya Ramadhini; Kurnia Irsanti; Darsyifa Azahra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8848

Abstract

The Nugal Padi tradition in Olak and Aro Villages, Jambi Province, is an agricultural tradition steeped in spiritual, economic, social, and cultural values. This cooperative rice planting activity is not merely a chore, but a manifestation of the harmonious relationship between humans, nature, and ancestors. Spiritually, rituals such as prayer and land purification serve as expressions of gratitude to God and the forces of nature. Economically, collective work strengthens efficiency and food security, and fosters solidarity through the sharing of harvests. Its social values include strengthening community ties, norms of sharing, and preserving a sense of togetherness passed down through generations. Local culture remains alive through rituals, traditional symbols, and customs that serve as community identity and educational tools for the younger generation about hard work and gratitude. This study used a qualitative approach with observation and in-depth interviews to explore these values. The results indicate that the Nugal Padi tradition remains relevant in fostering work ethic, maintaining social and environmental balance, and strengthening cultural identity. Preserving this tradition is crucial for the sustainability of local culture and the agricultural well-being of local communities.