Pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang secara langsung mempengaruhi kesejahteraan dan produktivitas global. Sebagai respon terhadap tantangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, pemerintah mengembangkan Kurikulum Merdeka yang fokus pada kebutuhan peserta yang dilatih untuk mengoptimalkan potensi dan bakat mereka. Kurikulum ini juga memberikan momen bagi guru dalam memilih materi dan media pembelajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang nyaman dan bebas dari tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) pada pembelajaran IPAS kelas 4C di SD Supriyadi Semarang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi gaya magnet. Nilai rata-rata peserta didik meningkat dari 65,8 pada pra-siklus dengan ketuntasan klasikal 41,6%, menjadi 77,5 pada siklus I dengan ketuntasan klasikal 70,8%, dan mencapai 87,5 pada siklus II dengan ketuntasan klasikal 87 ,5%. Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan penggunaan model PBL sesuai dengan indikator keberhasilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan TaRL dan model PBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik kelas 4C di SD Supriyadi Semarang, serta mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan.