Agustina Mogi
Akademi Farmasi Santo Fransiskus Xaverius

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IDENTIFIKASI RHODAMIN B PADA KERUPUK MERAH YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL KOTA ENDE, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Agustina Mogi; Mathildis Natalia Ga’a
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 01 (2025): Volume 11 No. 01 Maret 2025 In Proccess
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crackers are popular dry snacks made from starch-based ingredients. However, some colored crackers are suspected to contain illegal dyes like rhodamine B, which is commonly used in the textile industry. Consumption of rhodamine B can cause health issues, including poisoning and cancer. This study aims to detect rhodamine B in red crackers sold at Mbonggawani, Potulando, and Wolowona markets. The method used is Thin Layer Chromatography (TLC) with a solvent mixture of ethyl acetate, n-butanol, and ammonia (20:55:25). Out of the three samples tested, one sample tested positive for rhodamine B, indicated by a pink spot that fluoresces yellow under UV light at 254 nm. The Rf value of the sample was 0.7, consistent with the standard rhodamine B range (0.2–0.8).
IDENTIFIKASI RHODAMIN B PADA KERUPUK MERAH YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL KOTA ENDE, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Agustina Mogi; Mathildis Natalia Ga’a
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 01 (2025): Volume 11 No. 01 Maret 2025 In Proccess
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i01.5567

Abstract

Kerupuk adalah makanan kering berbahan dasar pati yang banyak digemari masyarakat. Namun, beberapa kerupuk berwarna diduga mengandung pewarna terlarang seperti rhodamin B, yang lazim digunakan dalam industri tekstil. Konsumsi rhodamin B dapat menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk keracunan dan kanker. Penelitian ini bertujuan mendeteksi rhodamin B pada kerupuk merah yang dijual di Pasar Mbonggawani, Potulando, dan Wolowona. Metode yang digunakan adalah Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan eluen campuran etil asetat, nbutanol, dan amonia (20:55:25). Dari tiga sampel yang diuji, satu sampel positif mengandung rhodamin B, ditandai dengan noda merah muda yang menghasilkan fluoresensi kuning di bawah sinar UV 254 nm. Nilai Rf sampel 0,7 sesuai dengan standar rhodamin B (0,2–0,8). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat penggunaan rhodamin B pada produk makanan seperti kerupuk merah di Pasar Wolowona, yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan lebih ketat terhadap produk makanan di pasar tradisional serta edukasi kepada pedagang mengenai bahaya pewarna sintetis. Selain itu, konsumen diharapkan lebih selektif dalam memilih produk makanan yang aman dan bebas dari bahan berbahaya.
Potensi Fitokimia Akar Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl): Analisis Kandungan Senyawa Bioaktif Agustina Mogi; Theresia Tia
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 5 No. 1 (2025): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v5i1.489

Abstract

Tanaman obat Piper retrofractum Vahl, juga dikenal sebagai cabe jawa, secara tradisional digunakan untuk meredakan nyeri, terutama dengan menggunakan bagian akarnya. Tanaman ini tumbuh dengan baik di Kabupaten Sikka. Namun, penelitian fitokimia belum melakukan penelitian yang mengidentifikasi bahan apa yang ada dalam akar cabe jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahan metabolit sekunder yang ada dalam akar tanaman. Metode yang digunakan adalah eksperimen pra-eksperimental. Akar cabe jawa yang telah dikeringkan dan digiling menjadi serbuk kasar adalah bahan sample yang dipilih secara acak. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol. Selain itu, skrining fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid. Data dikaji secara deskriptif dan kualitatif. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil skrining, ekstrak akar cabe jawa mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid. Penemuan penelitian ini memberikan kontribusi awal untuk eksplorasi fitokimia cabe jawa dan membuka peluang penelitian lanjutan mengenai aktivitas farmakologis senyawa yang terkandung di dalamnya. Penemuan ini juga mendukung potensi akar cabe jawa sebagai sumber bahan aktif alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam bidang fitofarmaka.
Analisis dan Distribusi Spasial Kesadahan Air Tanah di Kelurahan Kota Uneng Kabupaten Sikka Anna Apriani Maniuk Solo; Agustina Mogi; Maria Orivan Juanda
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 5 No. 1 (2025): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v5i1.493

Abstract

Kesadahan air di dalam tanah dipengaruhi oleh kondisi geologi lokasi air tanah. Kondisi geologi yang banyak mengandung Ca dan Mg akan menyebabkan tingginya kesadahan air yang dapat menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadahan total, kadar kalsium, dan kadar magnesium dalam air sumur beserta pola distribusi spasialnya. Penelitian dilakukan pada 5 sumur di Kelurahan Kota Uneng Kabupaten Sikka pada bulan September 2024. Analisis tingkat kesadahan total, kadar kalsium, dan kadar magnesium dilakukan menggunakan metode kompleksometri. Sedangkan analisis pola distribusi parameter dilakukan dengan menggunakan sofware surfer 13. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan konsentrasi kesadahan total (675 – 1.212,5 mg/L CaCO3), kadar kalsium (80 – 230 mg/L), dan kadar magnesium (115 – 154,91 mg/L) dalam 5 sumur di Kelurahan Kota Uneng Kabupaten Sikka tidak memenuhi standar baku mutu untuk keperluan higienis dan sanitasi menurut PerMenKes No.32 Tahun 2017 dan standar air minum menurut WHO. Adapun tingkat penyebaran parameter dipengaruhi oleh jenis batuan, kemiringan, dan arah aliran air tanah. Semakin rendah suatu daerah maka semakin tinggi nilai kesadahan total, kadar kalsium dan kadar magnesium.