Mahilda Dea Komalasari
PGSD FKIP Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERUBAHAN KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DI INDONESIA: DARI KURIKULUM 2013 KE KURIKULUM MERDEKA Adinda Agesti Marlin; Farhan; Nita Amelia Lusita Dewi; Mahilda Dea Komalasari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 01 (2025): Volume 11 No. 01 Maret 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i01.5506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kurikulum pendidikan dasar di Indonesia dari Kurikulum 2013 (K-13) ke Kurikulum Merdeka melalui metode kajian kepustakaan. Data diperoleh dari dokumen resmi pemerintah, seperti peraturan, buku panduan kurikulum, serta jurnal ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menginterpretasi dokumen tersebut untuk memahami dinamika perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka hadir untuk mengatasi berbagai kelemahan K-13, seperti tingginya beban administrasi, keterbatasan sumber daya pendidikan, serta pendekatan tematik yang kurang fleksibel. Kurikulum Merdeka memberikan lebih banyak kebebasan kepada guru untuk menyesuaikan pembelajaran berdasarkan kebutuhan siswa dan konteks lokal melalui metode pembelajaran, penilaian formatif, dan materi yang lebih adaptif. Dengan penekanan pada penguatan profil pelajar Pancasila, pembelajaran berbasis proyek, dan pengembangan keterampilan abad ke-21, kurikulum ini dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih relevan dan bermakna. Namun, penerapannya menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesiapan tenaga pengajar, kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah, dan keterbatasan infrastruktur teknologi. Meskipun demikian, Kurikulum Merdeka membuka peluang besar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemandirian siswa. Dengan upaya yang tepat untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, kurikulum ini berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia secara signifikan.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) KELAS III SD NEGERI 1 BARONGAN KAPANEWON JETIS KABUPATEN BANTUL Muinnaini Imroah; Mahilda Dea Komalasari
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.5937

Abstract

This study aims to increase the learning activity of grade III students of SD Negeri 1 Barongan by using the Number Head Together (NHT) cooperative learning model. This research is included in the type of Classroom Action Research (PTK) with the research subject of grade III students of SD Negeri 1 Barongan in the 2024/2025 school year with a total of 15 male students and 13 female students. This research step uses a research model developed by Prof. Dr. Suharsimi Arikunto. The data collection method used observation, interviews, documentation, and field notes. The method of data analysis uses observation sheets of observed students. The results of this study can be seen from the observation sheet of students' learning activity in each cycle, namely cycle 1 and cycle 2. The average learning activity percentage of students in cycle 1 was 73% and cycle 2 was 84%. In addition, the implementation of learning using the Number Head Together (NHT) cooperative learning model in cycle 1 reached 86.5% and cycle 2 reached 97%. From this study, the Number Head Together (NHT) cooperative learning model was able to increase the learning activity of grade III students of SD Negeri 1 Barongan. This is evidenced by the average learning activity score of students in each cycle.