Alfi Maulidia Astari
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) DI KELAS IX SMP UNISMUH MAKASSAR Andi Husniati; Alfi Maulidia Astari; Andi Nela Latifah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 01 (2025): Volume 11 No. 01 Maret 2025
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i01.5563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika menggunakan model Problem Based learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) di kelas IX SMP Unismuh Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research. Fokus penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar matematika menggunakan model Problem Based learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-A1 SMP Unismuh Makassar tahun pelajaran 2024/2025 dengan jumlah 23 siswa yang berjenis kelamin perempuan. Prosedur penulisan yang dilakukan ini diawali dengan memberikan apersepsi awal kepada siswa mengenai materi yang akan disampaikan. Setelah itu siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi pengumpulan hasil belajar dari tes yang dilakukan pada setiap siklus. Data dalam penelitian ini adalah data hasil belajar matematika. Adapun Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas IX-A1 SMP Unismuh Makassar dengan menggunakan model Problem Based learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Hal ini nampak dari hasil tes setiap siklus, yaitu pada siklus I siswa memperoleh Kriteria ketuntasan Minimal (KKM) ≥70 sebanyak 7 siswa dengan persentase 30.5% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 82.7% dengan jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥70 sebanyak 19 siswa.