Naila Syahira Simatupang
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BENCANA ALAM BANJIR meta barus; Enzela Mutia; Hilwa Salsabila Daulay; Naila Syahira Simatupang; Julaika syifa anindiya  Purba
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6024

Abstract

Floods are a natural process that often occurs in Indonesia. Floods also occur from natural factors and human factors themselves. Floods due to natural factors include high and prolonged rainfall, where the volume of water that overflows exceeds the capacity of rivers and drainage channels. In addition, high sea levels, especially when coinciding with storms or large waves, can cause tidal flooding in coastal areas. Rapid snowmelt in mountainous areas can also significantly increase river discharge, while volcanic eruptions can trigger destructive cold lava floods. On the other hand, human factors, namely illegal logging, which reduces the soil's ability to absorb rainwater, are one of the main causes. Indiscriminate waste disposal, which clogs water channels and rivers, also contributes to flooding. Changes in land use, such as the development of settlements in water catchment areas, reduce nature's ability to control water flow. Finally, inappropriate infrastructure development, such as poor drainage systems or inadequate embankments, can increase vulnerability to flooding. Floods can also cause economic losses, have a negative impact on the environment and human activities, and cause loss of life. In addition, there are also factors for Drainage Problems, the lack of water catchment areas due to the increasing number of housing or tall buildings that can cause the water to not be absorbed by trees or soil.
Pengukuran Baku dan Tak Baku dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Kelas III serta Implementasinya dalam Kehidupan Sehari-hari Naila Syahira Simatupang; Safrida Napitupulu; Sukmawarti; Hidayat; Sujarwo
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.535

Abstract

Pada Penelitian ini akan membahas tentang bagaimana peran pengukuran baku dan tak baku didalam pembelajaran matematika sekolah dasar serta dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Para Peserta didik sekolah dasar sering mengalami kesulitan tentang bagaimana dalam memahami konsep pengukuran, khususnya dalam membedakan antara tingkat ketelitian dan konsistensi antara satuan baku dan tak baku. Didalam Penelitian ini juga digunakan untuk tujuan dalam mendeskripsikan antara perbedaan pengukuran baku dan tak baku, fungsinya dalam pembelajaran, serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui kegiatan praktik pengukuran dan analisis reflektif. Didalam hasil penelitian ini menunjukkan tentang satuan tak baku seperti jengkal dan langkah membantu siswa memahami konsep panjang secara konkret dan kontekstual. Sementara itu, dalam satuan baku seperti meter dan sentimeter memberikan hasil yang lebih akurat, konsisten, dan dapat dibandingkan setiap orang. Contoh dalam kehidupan sehari-hari antara lain mengukur meja dengan jengkal, memperkirakan jarak dengan langkah, serta mengukur kain atau ruangan dengan meteran. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi kedua jenis satuan dalam pembelajaran dapat memperkuat pemahaman konsep dan mengaitkan matematika dengan pengalaman nyata siswa.