Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan Self Management siswa sekolah dasar dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut penguasaan keterampilan kolaboratif, berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif (4C) communication, collaboration, critical thinking, dan creativity. Dalam konteks pendidikan yang semakin terdigitalisasi, self management menjadi kompetensi penting agar siswa mampu mengatur waktu, menyelesaikan tugas, serta memanfaatkan teknologi secara produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sekuensial eksplanatoris, yang diawali dengan pengumpulan data kuantitatif melalui angket kepada siswa kelas V SD Negeri 22 Dauh Puri, kemudian dilanjutkan dengan wawancara guru untuk memperdalam hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kemampuan Self Management siswa berada pada kategori baik, terutama pada aspek manajemen waktu, tanggung jawab dalam belajar, dan penggunaan teknologi. Namun, kemampuan belajar mandiri dan inisiatif mencari informasi tambahan masih tergolong cukup. Faktor lingkungan seperti dukungan keluarga, budaya sekolah, dan program pembiasaan terbukti mempengaruhi kemampuan Self Management siswa. Temuan ini merekomendasikan pentingnya strategi pembelajaran yang adaptif dan diferensiatif untuk mendukung pengembangan kemandirian belajar siswa di era digital.