Shalwa Fauziyah Leksono
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR: Studi pada Mata Pelajaran Tematik di SD Maeva Maulidah; Shalwa Fauziyah Leksono; ⁠Muhibah; Oman Farhurohman
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6590

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut adanya inovasi media pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, terutama di tingkat sekolah dasar. Namun hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa SD, khususnya di kelas III, masih tergolong rendah akibat dominasi metode pembelajaran tradisional yang kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media puzzle dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas III SD pada pembelajaran tematik integratif. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan mengkaji berbagai sumber relevan seperti jurnal, buku, artikel ilmiah, dan skripsi terbitan tahun 2015 ke atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media puzzle, sebagai media pembelajaran konkret, mampu merangsang kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas menyusun potongan secara logistik, analitis, dan sistematis. Media ini terbukti mendorong siswa untuk lebih aktif, fokus, serta terlibat dalam proses analisis, evaluasi, dan refleksi. Selain meningkatkan aspek kognitif, penggunaan media puzzle juga berkontribusi pada pengembangan aspek afektif dan psikomotorik, seperti kerja sama, ketelitian, dan koordinasi visual-motorik. Meskipun memiliki beberapa keterbatasan, seperti kebutuhan waktu dan kreativitas dalam penyusunan, kelebihan media puzzle dalam mendorong pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna menjadikan alternatif efektif dalam pengembangan pemikiran kritis siswa. Dengan demikian, media puzzle layak diintegrasikan ke dalam pembelajaran tematik kelas rendah sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap tantangan abad ke-21.