Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HAKIKAT BERMAIN DAN PERMAINAN ANAK USIA DINI DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Oman Farhurohman
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2 No 01 (2017): Januari - Juni 2017
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak pada usia dini disebut sebagai usia emas (golden age) sehingga merupakan kesempatan emas bagi anak untuk belajar. Golden age adalah usia anak ketika mereka berumur 0 – 6 tahun. Usia tersebut berada pada perkembangan terbaik untuk fisik dan otak anak. Pada usia ini anak memiliki kemampuan dan semangat untuk belajar yang luar biasa khususnya pada awal masa kanak-kanak. Mengingat anak usia dini merupakan usia emas maka pada masa itu perkembangan anak harus dioptimalkan. Rata –rata anak kecil cenderung senang bermain dan menyukai sebuah permainan. Fungsi permainan bagi anak adalah merangsang pertumbuhan, perkembangan maupun kecerdasan dasar seorang anak. Bermain adalah kegiatan utama yang dijalani anak-anak usia dini setiap hari. Melalui kegiatan bermain, banyak hal yang bisa dikembangkan dari seorang individu anak, yaitu saraf-saraf motoriknya, baik kasar maupun halus, sikap emosional, kecerdasan, sikap sosial, perilaku bekerja mandiri dan bekerjasama, kedisiplinan, dan lain-lain. Tetapi semua perkembangan tersebut hanya bisa diperoleh jika permainan yang dirancang untuk mereka adalah permainan yang bermakna. Permainanan yang bermakna adalah kegiatan bermain yang diarahkan dan dibuat dengan metode, prinsip, dan tujuan yang menekankan pada unsur terciptanya kesenangan, motivasi, berkembangnya motorik yang memicu bekerjanya neuron/ saraf otak, dan bukan paksaan, sekaligus berisi pembelajaran.
ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE KOOPERATIF CONCEPT SENTENCE Eva Marlina; Fitri Hilmiyati; Oman Farhurohman
Ibtida'i Vol 8 No 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/ibtidai.v8i1.4313

Abstract

Pada pembelajaran menulis karangan sederhana terdapat permasalahan yang muncul pada siswa kelas III yaitu, siswa masih sulit dalam memilih kata ataupun merangkai kalimat, siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan ide, siswa mengalami kesulitan dalam pemahaman paragraf, dan siswa sering tidak sesuai penggunaan huruf kapital, penggunaan ejaan dan tanda baca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis karangan sederhana pada siswa kelas III MI Al-Jauharotunnaqiyyah Priuk dengan penerapan model pembelajaran tipe kooperatif concept sentence. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Data diperoleh dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, menggunakan instrumen pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, teknik tes. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti bahwa melatih kemampuan menulis karangan sederhana pada siswa dapat dilakukan dengan 2 kegiatan yaitu, berlatih membuat kalimat dengan satu kata dasar dan berlatih membuat cerita pengalaman yang pernah dialaminya dengan diberikan kata kunci. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis karangan sederhana dengan model pembelajaran concept sentence dapat meningkatkan kreatifitas dan pola pikir siswa dalam berfikirnya meningkat.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) di MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) Syifa Sa'adiah; Oman Farhurohman
Ibtida’i Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/ibtidai.v7i01.3363

Abstract

Islamic cultural history lessons (SKI) are lessons related to past events. From the SKI material, students are expected to be able to recognize, understand, live the history of Islamic culture, which contains the values ​​of wisdom to be used to train intelligence, shape the attitudes, character and personality of students. In fact SKI is often considered a boring subject, it is due to various reasons one of which is in the SKI learning process the lack of use of learning media. Therefore, a teacher is required to be more creative and innovative in providing lessons to students so as to create an effective and enjoyable learning process. The application of innovative learning designs accompanied by the use of supportive learning media can help a teacher deliver material so that it is easier to understand and certainly appeals to students who receive it. The types of instructional media that can be used in SKI learning in MI consist of 3 kinds, namely visual media which can be in the form of images, audio media that can be in the form of recordings and audio visual media which can be in the form of historical films or documentaries about the history of Islamic culture. Islamic cultural history lessons (SKI) are lessons related to past events. From the SKI material, students are expected to be able to recognize, understand, live the history of Islamic culture, which contains the values ​​of wisdom to be used to train intelligence, shape the attitudes, character and personality of students. In fact SKI is often considered a boring subject, it is due to various reasons one of which is in the SKI learning process the lack of use of learning media. Therefore, a teacher is required to be more creative and innovative in providing lessons to students so as to create an effective and enjoyable learning process. The application of innovative learning designs accompanied by the use of supportive learning media can help a teacher deliver material so that it is easier to understand and certainly appeals to students who receive it. The types of instructional media that can be used in SKI learning in MI consist of 3 kinds, namely visual media which can be in the form of images, audio media that can be in the form of recordings and audio visual media which can be in the form of historical films or documentaries about the history of Islamic culture.
PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN BELAJAR MEMBACA BERBASIS STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK (SAS) DI MADRASAH IBTIDAIYAH Oman Farhurohman
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 7, No 1 (2019): ELEMENTARY
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ultimate goal of research and development educational the emergence of new models resulting from the improvement of the old model as an effort to improve education quality. The research and development or Research and Development (R & D) carried out refers to the development steps of Borg and Gall which are simplified only at the limits of expert validation testing and product testing in the form of reading learning models in Islamic schools. The three tracks are (1) preliminary study, (2) model development, and (3) model validation. The results of the design model for the development of reading tutoring based on Synthetic Analytical Structures (SAS) consist of three stages of activity, preliminary (delivery of competence, orientation, and motivation); core activities (recording the language of students, displaying images while telling stories, reading pictures, reading pictures with sentence cards, Structural processes (S), Analytic processes (A), and Synthetic processes (S)); closing activity (eveluation).
FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN KOMPONEN PENYUSUNAN MANAJEMEN PERENCANAAN STATEGIS SEKOLAH Oman Farhurohman
Tarbawi Vol 3 No 01 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tarbawi.v3i01.1780

Abstract

Education is a component that has a strategic role for the nation of Indonesia in realizing the goals that have been formulated. One of the goals of the Indonesian nation as stated in the Preamble to the 1945 Constitution in the fourth paragraph is "to educate the life of the nation". To achieve this requires a well planned and programmed effort clearly in the government agenda in the form of education. In order for the education to run properly, it takes a strategic plan as an effort to control the organization (school) effectively and efficiently up to the implementation of the forefront, in such a way that its goals and objectives are achieved. Keywords: School Strategic Plan, Renstra Component, Key Success Factor
KEPEMIMPINAN DALAM MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH Oman Farhurohman
Tarbawi Vol 4 No 01 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tarbawi.v4i01.1770

Abstract

Leadership in education is closely related to the system: in put - process - out put. The study of the three elements that educational leaders will move in an effort to produce quality educational institutions. Thus, educational leadership is a very important factor in influencing the work performance of the organization because leadership is the main activity in achieving organizational goals. Educational leaders are not only skilled in managerial institutions, but their personality factors are required to be "good". This will create an institution conducive conducive to achieve quality. Keywords. Quality of Leadership, Principal, School Supervisor.
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI Siti Dewi Ambarwati; Uyu Mu'awwanah; Oman Farhurohman
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 11 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.074 KB) | DOI: 10.32678/primary.v11i02.2327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan menulis karangan narasi dengan menggunakan media komik sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia materi karangan narasi pada kelas IV MI. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Reserch and Development/ R&D), yang mengacu pada pengembangan Borg and Gall yang disederhanakan menjadi lima tahap yaitu: penelitian dan pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi produk dan uji coba produk. Media yang dikembangkan diuji kelayakan dengan validasi para ahli yakni ahli media dan ahli materi sebelum uji coba dilakukan. Uji coba dilakukan di MI Raudhatul Ulum dengan jumlah siswa 31 dan dikelompokkan menjadi lima kelompok, setiap kelompok terdiri dari enam sampai tujuh siswa. Masing-masing kelompok menyimak cerita yang kemudian masing-masing perwakilan dari kelompok menceritan kembali sesuai pada komik yang disediakan. Kemudian setiap siswa menuliskan kembali berbentuk karangan narasi pada lembar soal yang telah disediakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli media memperoleh skor rata-rata 4,6 dengan katagori “sangat baik”, dan validasi ahli materi memperoleh skor rata-rata 4,8 dengan katagori “sangat baik”. Hasil evaluasi siswa kelas IV yang didapat yaitu 83,8 dengan katagori “sangat baik”. Berdasarkan uji coba tersebut, media pembelajaran komik Bahasa Indonesia ini layak digunakan dalam pembelajaran.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE STRUKTURAL ANALITIK DAN SINTETIK (SAS) PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Nadrotul Muhibah; Khaeroni Khaeroni; Oman Farhurohman
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 12 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.511 KB) | DOI: 10.32678/primary.v12i01.2707

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode SAS yang dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan, selain itu untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan metode SAS pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam II Siklus. Tempat dan Subjek penelitian ini adalah Siswa kelas I A SDN Sindang Asih I Kabupaten Tangerang dengan jumlah 27 siswa yang terdiri atas 16 perempuan dan 11 laki-laki. Sumber data pokok yang dipakai adalah siswa dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa tes, observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penerapan metode SAS mempuyai langkah operasional dengan urutan struktural ialah menampilkan secara keseluruhan, analitik ialah proses penguraian dan sintetik ialah proses penggabungan kembali ke struktural semula. Selain itu pada kegiatan tes kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan metode SAS Siswa dinyatakan meningkat dimana pada Siklus II memperoleh persentase ketuntasan 89%, sedangkan persentase tidak tuntas hanya 11% ini menunjukan bahwa pada tes kemampuan membaca permulaan dinyatakan berhasil. Hal ini menjadikan peningkatan atau perbandingan pada kemampuan membaca permulaan dari Siklus I memperoleh nilai persentase ketuntasan 63% meningkat pada Siklus II menjadi 89% menunjukan bahwa penelitian berhasil.
PENGARUH MEDIA COUNTING BOX TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Mudtalifah; Mansur; Oman Farhurohman
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.2865

Abstract

The aim of this research is to determine whether or not there is an influence of using Counting Box media on students' critical thinking skills in mathematics learning about fractions. The methodology used in this research isPre-Experiment. The research design used was One-Group Pretest-Posttest. The subjects of this research were students in class III, even semester, at SD Negeri Tanjung Ilir. Data collection techniques in research are using oral tests, interviews and documentation. The results are shown from the average pretest score of 30.32. After being treated with counting box media, the average post-test score increased to 77.78. This shows that the Counting Box media has an effect on improving students' critical thinking abilities and can be used as a recommended learning media for mathematics learning.
Pendekatan Bermakna dalam Pembelajaran IPS MI/SD Berbasis Kearifan Lokal Wardatul Amroh Arsita; Siva Silviani; Oman Farhurohman
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2025): November: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/mnyw0222

Abstract

This study discusses the meaningful approach in Social Studies (IPS) learning at the elementary level (MI/SD) based on local wisdom as an effort to strengthen students’ understanding, character, and social identity. Meaningful learning emphasizes the connection between academic content and students’ real-life experiences, particularly those rooted in local culture, traditions, and social practices. The integration of local wisdom in IPS learning enables students to comprehend social concepts through familiar contexts, making learning more engaging and sustainable. Various studies indicate that learning models, media, and projects based on local wisdom contribute to increased learning motivation, critical thinking skills, and the internalization of social and cultural values. Furthermore, this approach supports character education by fostering tolerance, empathy, and a sense of cultural identity among students. The findings highlight that meaningful learning based on local wisdom aligns with curriculum development and responds to contemporary educational challenges without neglecting cultural roots. Therefore, the meaningful approach grounded in local wisdom is essential for developing holistic, contextual, and culturally responsive IPS learning in MI/SD.