Aulia Nur Afifah
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GEJALA KESALAHAN FONOLOGIS PADA KASUS REVA DAN AKEW: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Vidya Anannidra; Adinda Samihah Salma; Aulia Nur Afifah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kesalahan dalam pelafalan fonem /r/ pada orang dewasa dengan cacat bicara dari sudut pandang psikolinguistik. Masalah ini termasuk dislalia, yang berarti kesulitan mengucapkan suara tertentu dengan benar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus terhadap dua peserta, Refa dan Akew. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan pengamatan langsung. Temuan menunjukkan bahwa Refa mengganti bunyi /r/ dengan /l/ karena faktor genetik, sedangkan Akew mencampurkan bunyi /r/ dengan /h/ akibat lidahnya yang pendek. Keduanya merasakan efek psikologis dan sosial, seperti rasa rendah diri saat berbicara. Dalam psikolinguistik, masalah ini mungkin berhubungan dengan rintangan neurologis atau gangguan motorik. Meskipun sudah dewasa, mereka masih kesulitan berkomunikasi karena kurangnya intervensi awal. Oleh karena itu, diperlukan terapi wicara profesional dan dukungan lingkungan positif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mengenai gangguan fonologis pada orang dewasa dan menjadi referensi untuk pengembangan terapi serta studi selanjutnya.
ANALISIS DEIKSIS DALAM NASKAH DRAMA BERJUDUL “KERETA KENCANA” KARYA W. S. RENDRA Aulia Nur Afifah; Wahyuana Endah Setianingrum; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2251

Abstract

Berangkat dari asumsi bahwa makna dalam teks dramatik tidak pernah berdiri secara literal, penelitian ini menelaah bagaimana deiksis bekerja sebagai mekanisme pembentuk makna dalam naskah drama Kereta Kencana karya W. S. Rendra. Kajian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif melalui teknik simak dan catat terhadap tuturan tokoh. Analisis diarahkan tidak hanya pada identifikasi bentuk deiksis persona, waktu, dan tempat, tetapi juga pada cara unsur-unsur tersebut mengonstruksi realitas dramatik. Hasil analisis memperlihatkan bahwa deiksis persona berfungsi sebagai instrumen pembingkaian relasi yang semu, di mana pronomina menciptakan kesan kedekatan yang justru menyembunyikan keterasingan tokoh. Pada saat yang sama, deiksis waktu menunjukkan ketidakteraturan temporal yang mengaburkan batas antara masa lalu, kini, dan yang akan datang, sehingga menghadirkan pengalaman waktu yang bersifat psikologis, bukan kronologis. Adapun deiksis tempat mengoperasikan dualitas ruang, yakni antara ruang konkret yang terbatas dan ruang imajinatif yang meluas, yang secara simbolik merepresentasikan keterputusan tokoh dari dunia sosial. Dengan demikian, deiksis dalam teks ini tidak sekadar berfungsi sebagai penunjuk referensial, melainkan sebagai strategi semiotik yang membangun absurditas, ironi, dan kritik terhadap kondisi eksistensial manusia modern. Temuan ini menegaskan pentingnya analisis deiksis secara interpretatif dalam kajian pragmatik sastra serta membuka peluang pemanfaatannya dalam pengembangan pembelajaran berbasis pemaknaan kritis.