Rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila disebabkan oleh metode pembelajaran yang masih bersifat satu arah, kurangnya partisipasi aktif siswa, ketidakmampuan siswa dalam memecahkan masalah, serta tidak digunakannya media pembelajaran. Akibatnya, siswa menjadi pasif, bosan, kemampuan berpikir kritis tidak berkembang, dan hasil belajar rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dengan menerapkan model pembelajaran PENA PINTAR. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian adalah 19 siswa kelas VB SDN Kuin Selatan 1 semester II tahun pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui observasi (aktivitas guru dan siswa) serta tes tertulis (keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru dari skor 23 menjadi 27, serta aktivitas siswa dari 53% menjadi 84% (kategori sangat aktif). Keterampilan berpikir kritis meningkat dari 47% menjadi 89% (kategori sangat tinggi). Hasil belajar siswa juga menunjukkan peningkatan yang signifikan: ranah afektif dari 32% menjadi 89%, kognitif dari 47% menjadi 95%, dan psikomotorik dari 42% menjadi 84%. Kesimpulannya, model PENA PINTAR terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, model ini disarankan untuk dijadikan alternatif strategi pembelajaran di sekolah dasar guna meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.