Jon Kenedi
UIN Sjech M Djamil Djambek

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI STRATEGI DIVERSIFIKASI PRODUK DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN PASAR (Studi Kasus pada Elna Cake dan Bakery Kota Bukittinggi) Windyla Khalsum; Jon Kenedi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.7332

Abstract

Perkembangan pesat industri kuliner mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Salah satu strategi umum yang digunakan adalah diversifikasi produk, yaitu upaya menciptakan berbagai varian produk baru yang masih relevan dengan produk utama guna menarik minat konsumen dan memperluas pasar. Penelitian ini bertujuan efektivitas efektivitas strategi diversifikasi produk yang diterapkan oleh Elna Cake and Bakery di Kota Bukittinggi dalam meningkatkan daya saing usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pemilik, manajer, staf, serta konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi produk yang dilakukan oleh Elna mencakup penambahan berbagai varian kue ulang tahun, kue tradisional, kue kering, roti, dan dessert kekinian. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan jumlah pelanggan, memperluas jangkauan pasar, dan menjaga stabilitas penjualan sepanjang tahun. Namun, masih terdapat tantangan dalam menjaga konsistensi rasa, efisiensi produksi, serta pemahaman terhadap preferensi konsumen yang terus berubah. Oleh karena itu, Elna perlu melakukan evaluasi secara berkala terhadap produk, meningkatkan pelatihan sumber daya manusia, serta mengoptimalkan pemasaran digital. Kesuksesan Elna menjadi contoh praktik diversifikasi produk yang relevan dan berkelanjutan, serta mencerminkan pentingnya adaptasi terhadap tren dan kebutuhan pasar. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha kuliner lokal lainnya dalam merancang strategi produk yang kompetitif, inovatif, dan berbasis kearifan lokal untuk memenangkan persaingan pasar.
STRATEGI PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PEDAGANG DI PASAR PAKAN AHAD NAGARI KOTO BARU KECAMATAN BASO Khairunnisa ayu; Jon Kenedi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh pemerintah Nagari Koto Baru dalam meningkatkan pendapatan pedagang Pasar Pakan Ahad, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Pasar ini merupakan pasar tradisional yang hanya buka setiap hari Ahad dan dikelola langsung oleh pemerintah nagari. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pemerintah nagari selaku pengelola pasar serta pedagang yang beraktivitas di pasar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan pemerintah meliputi penambahan hari pasar, revitalisasi fasilitas pasar, pengaktifan forum dialog dan koordinasi, serta pemberian ruang usaha kepada masyarakat. Namun, sebagian besar pedagang menyatakan bahwa strategi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan mereka. Beberapa fasilitas yang dibangun belum sesuai dengan kebutuhan utama pedagang, dan forum koordinasi belum berjalan optimal. Dalam perspektif ekonomi Islam, strategi yang berpihak kepada kesejahteraan pedagang sejalan dengan prinsip maqashid syariah, khususnya menjaga harta (hifz al-mal) dan menjaga jiwa (hifz al-nafs). Oleh karena itu, keterlibatan pedagang dalam setiap proses kebijakan pasar sangat diperlukan agar strategi yang dijalankan benar-benar membawa kemaslahatan.
PERANAN WISATA KULINER DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT SEKITAR STASIUN LAMBUANG KOTA BUKITTINGGI Dara Monica; Jon Kenedi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7465

Abstract

Kajian ini berangkat dari fenomena hadirnya destinasi gastronomi di kawasan Bukittinggi yang secara implisit maupun eksplisit membawa konsekuensi terhadap transformasi kondisi ekonomi warga setempat. Pergeseran dalam lanskap ekonomi ini, baik yang dirasakan secara nyata maupun yang berlangsung secara laten, dapat dimunculkan oleh pelbagai determinan, seperti inovasi baru, dorongan internal untuk berkembang, serta pengaruh dari lingkungan eksternal. Keberadaan wisata kuliner di wilayah ini dipandang sebagai salah satu unsur signifikan yang memberi kontribusi terhadap dinamika ekonomi masyarakat lokal. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mengeksplorasi sejauh mana dampak serta kontribusi dari keberadaan Pasar Kuliner Stasiun Kota Bukittinggi terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi warga di sekitarnya. Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan riset ini ialah metode kualitatif deskriptif. Proses perolehan data dilaksanakan melalui wawancara mendalam. Penelitian ini dikategorikan sebagai studi lapangan, yakni riset yang langsung dilakukan di lokasi kejadian guna memperoleh informasi faktual dari sumber primer. Masyarakat lokal dapat memperoleh pendapatan tambahan melalui usaha kecil dan menengah (UMKM) seperti penjualan makanan dan minuman. Tingkat perekonomian masyarakat pelaku usaha di sekitar Stasiun Lambuang telah mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil berjualan, sehingga secara signifikan dapat meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Pengembangan objek wisata Kuliner Stasiun Lambuang menciptakan peluang kerja, seperti UMKM yang dikelola oleh masyarakat lokal itu sendiri, dan dapat berdirinya usaha-usaha disekitar objek wisata Kuliner Stasiun Lambuang.