Wendy Vardila Setama Sihombing
Politeknik Pengayoman Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBINAAN KEROHANIAN NARAPIDANA KRISTEN MELALUI IBADAH RUTIN UNTUK MENDORONG KESADARAN BERAGAMA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA LABUHAN RUKU Wendy Vardila Setama Sihombing; Alif Shofa Danutirta
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.8168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembinaan kerohanian narapidana Kristen melalui ibadah rutin serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pembinaan kerohanian sebagai bagian dari sistem pemasyarakatan yang menekankan rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah rutin berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran beragama, memperbaiki perilaku, serta mengurangi tekanan psikologis narapidana Kristen selama menjalani masa pidana. Kegiatan pembinaan dilaksanakan melalui ibadah rutin setiap hari kecuali hari sabtu, perayaan hari besar, pendalaman Alkitab, doa bersama, dan konseling rohani. Namun demikian, pelaksanaannya menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan tenaga pembimbing rohani, minimnya sarana dan prasarana ibadah, keterbatasan anggaran, serta rendahnya motivasi sebagian narapidana. Analisis dengan teori implementasi kebijakan George C. Edward III menunjukkan bahwa faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi sangat memengaruhi keberhasilan pembinaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembinaan kerohanian melalui ibadah rutin terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran beragama narapidana Kristen, namun perlu dukungan sumber daya dan fasilitas yang lebih memadai agar hasilnya lebih optimal.