Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembinaan kerohanian narapidana Kristen melalui ibadah rutin serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pembinaan kerohanian sebagai bagian dari sistem pemasyarakatan yang menekankan rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah rutin berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran beragama, memperbaiki perilaku, serta mengurangi tekanan psikologis narapidana Kristen selama menjalani masa pidana. Kegiatan pembinaan dilaksanakan melalui ibadah rutin setiap hari kecuali hari sabtu, perayaan hari besar, pendalaman Alkitab, doa bersama, dan konseling rohani. Namun demikian, pelaksanaannya menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan tenaga pembimbing rohani, minimnya sarana dan prasarana ibadah, keterbatasan anggaran, serta rendahnya motivasi sebagian narapidana. Analisis dengan teori implementasi kebijakan George C. Edward III menunjukkan bahwa faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi sangat memengaruhi keberhasilan pembinaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembinaan kerohanian melalui ibadah rutin terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran beragama narapidana Kristen, namun perlu dukungan sumber daya dan fasilitas yang lebih memadai agar hasilnya lebih optimal.
Copyrights © 2025