Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan media penyiaran yang menuntut radio untuk beradaptasi dengan pola konsumsi informasi yang semakin cepat dan interaktif. Radio Elgangga 100.3 FM, melalui program Kajian Kopyah, berupaya menyuguhkan siaran dakwah yang memadukan materi keislaman dengan gaya komunikasi yang hangat dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami respon pendengar terhadap program Kajian Kopyah serta strategi yang diterapkan oleh Radio Elgangga dalam meningkatkan jumlah pendengarnya, khususnya dari kalangan Generasi Z dan milenial pengguna media sosial Instagram. Penelitian ini menjawab dua rumusan masalah: (i) bagaimana respon pendengar terhadap program Kajian Kopyah, dan (ii) strategi apa yang digunakan Radio Elgangga dalam menjangkau audiens lebih luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan pendengar aktif, penanggung jawab program, dan tim marketing, observasi langsung ke studio siaran, serta dokumentasi seperti rekaman atau transkrip siaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kognitif, pendengar memperoleh wawasan baru tentang ajaran Islam; secara afektif, mereka merasakan kenyamanan, kedekatan emosional, dan dorongan untuk memperbaiki perilaku keagamaan; sedangkan secara perilaku, materi kajian mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada orang lain. Strategi komunikasi yang digunakan meliputi peningkatan kualitas konten, penggunaan bahasa yang komunikatif, interaksi melalui media sosial, serta penjadwalan siaran yang sesuai dengan waktu aktif pendengar. Program ini terbukti efektif dalam menyampaikan pesan dakwah serta membangun loyalitas dan memperluas jangkauan audiens.