The character crisis among students is a serious challenge in national education, necessitating the strengthening of moral values in learning. This study aims to analyze the concept of character formation in Tafsir At-Thabari and determine its relevance to Islamic Religious Education (PAI) learning. The research method used a qualitative-descriptive approach with library research through thematic interpretation (maudhu'i) of the tarbiyah verses in Jāmi' al-Bayān 'an Ta'wīl Āy al-Qur'ān by Imam At-Thabari. The results show that Tafsir At-Thabari contains fundamental character education values, including faith and piety as a foundation, honesty, trustworthiness, responsibility, etiquette in seeking knowledge, and social awareness and justice. These values have implications for achieving the PAI learning objective of developing students with noble character. Islamic Religious Education (PAI) learning needs to strengthen the interpretation and reflection of Qur'anic values as a character education strategy, by integrating classical interpretations as a reference for values in curriculum development and learning practices. Krisis karakter di kalangan pelajar menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan nasional, sehingga penguatan nilai-nilai moral dalam pembelajaran diperlukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pembentukan karakter dalam Tafsir At-Thabari dan menemukan relevansinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi kepustakaan (library research) melalui metode tafsir tematik (maudhu'i) terhadap ayat-ayat tarbiyah dalam Jāmi' al-Bayān 'an Ta'wīl Āy al-Qur'ān karya Imam At-Thabari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir At-Thabari mengandung nilai-nilai pendidikan karakter fundamental meliputi keimanan dan takwa sebagai fondasi, kejujuran, amanah, tanggung jawab, adab dalam menuntut ilmu, serta kepedulian sosial dan keadilan. Nilai-nilai tersebut berimplikasi pada pencapaian tujuan pembelajaran PAI dalam membentuk peserta didik berakhlak mulia. Pembelajaran PAI perlu memperkuat dimensi tafsir dan refleksi nilai Qur'ani sebagai strategi pendidikan karakter, dengan mengintegrasikan tafsir klasik sebagai rujukan nilai dalam pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran.