Kurniayu Triastuti Rehabean Alu Ratu
Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PERUBAHAN WUJUD BENDA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DI KELAS IV SD GMIT MANUMUTI TARUS Adelsya Martelda Snae; Antonius Suban Hali; Kurniayu Triastuti Rehabean Alu Ratu
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9954

Abstract

Skripsi oleh Adelsya Martelda Snae, NIM : 2101140001, dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Siswa Tentang Perubahan Wujud Benda Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing di Kelas IV SD GMIT Manumuti Tarus”. Dengan rumusan masalah : Bagaimana peningkatkan hasil belajar dengan menerapakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SD GMIT Manumuti Tarus?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar dengan menerapkan model Pembelajaran inkuiri terbimbing dalam materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SD GMIT Manumuti Tarus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi/tes, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa kelas IV B, dengan data yang diperoleh melalui observasi, dan tes, lalu dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPAS dengan materi perubahan Wujud Benda menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing, pada siklus 1 dari 25 peserta didik yang tuntas 4 orang (16%), dikarenakan siswa mempunyai kemampuan dasar yang lebih baik dan guru sudah mulai menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing namun belum optimal menjangkau seluruh peserta didik sedangkan yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebanyak 21 orang (84%), dikarenakan guru kurang membimbing peserta didik dalam mencari dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dan peserta didik yang belum terbiasa dengan model pembelajaran yang diterapkan. Sedangkan pada siklus 2 peserta didik mengalami peningkatan hasil belajar yang dimana 25 peserta didik 100% tuntas dan mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP), dikarenakan peserta didik dan guru terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing.