Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena pacaran di kalangan siswa SMA yang berpotensi memengaruhi perilaku disiplin mereka. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dampak positif dan negatif dari fenomena pacaran terhadap perilaku disiplin siswa di SMA Negeri 6 Bengkulu Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru Pendidikan Agama Islam, guru Bimbingan dan Konseling, serta siswa yang berpacaran dan tidak berpacaran, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena pacaran memberikan dampak ganda terhadap disiplin siswa. Dampak positif berupa peningkatan motivasi untuk datang tepat waktu, disiplin mengerjakan tugas, dan meningkatkan kerapian penampilan karena ingin memberikan kesan baik kepada pasangan. Dampak negatif yang muncul antara lain penurunan konsentrasi belajar, manajemen waktu yang buruk, bolos sekolah, dan pelanggaran terhadap tata tertib. Perspektif guru berbeda; Guru BK melihat adanya perubahan disiplin yang signifikan (sementara), sementara Guru PAI menekankan bahwa motivasi dari pacaran bersifat fatamorgana dan berisiko menyebabkan penurunan disiplin jangka panjang, terutama setelah putus, serta bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang melarang pendekatan pada zina.