Karmelita Elu
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP CHECKS AND BALANCES SEBAGAI MANIFESTASI NEGARA HUKUM DALAM STRUKRUT KELEMBAGAAN NEGARA INDONESIA Serli Tresia Lebrina; Karmelita Elu
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The principle of checks and balances is a fundamental instrument in modern constitutional democracies to ensure that power does not become concentrated in a single branch of government. In the Indonesian context, this principle gained clearer constitutional grounding after the Amendments to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, which significantly reconstructed the state institutional framework. These amendments not only transformed the configuration of state organs but also introduced more balanced mechanisms of mutual control among the executive, legislative, and judicial branches. This study aims to provide an in-depth analysis of the concept of checks and balances as an integral aspect of constitutionalism in the Indonesian rule of law system, as well as its implementation in the interactions among state institutions. Employing a normative juridical methodology with statutory, conceptual, historical, and case approaches—including an examination of the decisions of the Constitutional Court—this research reveals that despite the relatively comprehensive adoption of mutual oversight mechanisms in the post-amendment constitutional design, various challenges persist. These include executive dominance, weak institutional counterweights, and inconsistent compliance with Constitutional Court rulings. The study affirms that the effectiveness of checks and balances depends not only on the institutional constitutional design but also on the strengthening of constitutional culture, judicial independence, and political accountability.
Pemecahan Masalah Konfliktual dalam Dilema Moral: Implikasi terhadap Perkembangan Penalaran Moral Fadil Masud; ANJULIN YONATHAN KAMLASI; ARGITA CLAUDIA MONE; KARMELITA ELU; ERY BENU; INTAN MARLENCI LADA
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilema moral merupakan situasi yang ditandai oleh konflik antar nilai etis yang sama-sama memiliki legitimasi moral, sehingga menuntut penalaran yang kompleks dalam proses pengambilan keputusan. Namun, kajian moral selama ini masih cenderung bersifat normatif dan berfokus pada hasil keputusan, sementara proses pemecahan konflik nilai sebagai mekanisme perkembangan penalaran moral belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi pendekatan pemecahan masalah konflik­tual dalam dilema moral terhadap perkembangan penalaran moral individu. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang dipadukan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari artikel ilmiah yang diindeks melalui Google Scholar, dengan proses seleksi berdasarkan relevansi topik, kualitas publikasi, dan ketersediaan teks lengkap. Data dianalisis secara kualitatif melalui sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola, tema utama, dan hubungan konseptual antar temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pemecahan masalah konflik­tual mendorong individu untuk terlibat dalam proses refleksi, dialog nilai, dan evaluasi konsekuensi etis, sehingga menghasilkan penalaran moral yang lebih matang dan kontekstual. Konflik moral tidak hanya dipahami sebagai hambatan, melainkan sebagai mekanisme konstruktif yang berperan penting dalam perkembangan penalaran moral. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menawarkan perspektif integratif yang menghubungkan konflik nilai, pemecahan masalah, dan penalaran moral, serta implikasi praktis bagi pengembangan pendidikan moral dan literasi kritis, khususnya dalam menghadapi tantangan etika di era digital.