Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTER CINTA TANAH AIR MELALUI LITERASI KEBANGSAAN SEBAGAI SALAH SATU KULTUR SEKOLAH DI SDK RAKALABA Bernadetha Soubyrous Yadha; Oktaviani Gua; Sarita Natalia Wona; Yosephina Emirensiana Wea Gego; Yosefina Uge Lawe
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10217

Abstract

The cultivation of a love for the homeland is an essential aspect of character education that should be instilled from an early age, particularly among elementary school students. SDK Rakalaba, as one of the elementary schools in Ngada Regency, East Nusa Tenggara, has demonstrated tangible efforts in instilling the values of patriotism through national literacy activities that are part of the school culture. This study aims to describe the implementation of national literacy as a means of fostering a love for the homeland and to identify the forms of activities and their impacts on students. The method used is qualitative descriptive, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. The research findings indicate that SDK Rakalaba consistently conducts various activities that reflect national literacy, such as habituating students to read books with themes of nationalism, singing the national anthem every morning, using the Indonesian language in teaching and learning activities, and organizing arts and cultural events rich in national values. Teachers and the school principal actively serve as facilitators and role models in creating a learning environment infused with a sense of nationalism. These activities have proven effective in fostering a sense of nationalism among students, such as pride in being Indonesian citizens, appreciating diversity, and demonstrating responsibility towards the school environment. Thus, the consistent cultivation of national literacy can be an effective strategy for developing a love for the homeland in elementary school settings
PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: STUDI KUALITATIF DI SLB NEGERI BAJAWA Sarita Natalia Wona; Maria Jesinta Meo; Maria Serlin Ona; Anastasia Moi Nilu; Fransiska Maria Muku Keti; Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Maret)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i3.6732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Bajawa serta implikasinya terhadap kemandirian dan kemampuan sosial emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas yang dipilih secara purposive. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning diwujudkan melalui penggunaan aktivitas konkret, pembelajaran kontekstual, serta keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Pembelajaran yang dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari membantu siswa memahami materi secara bertahap dan mendorong partisipasi yang lebih aktif. Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan teman sebaya menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan proses pembelajaran. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya indikasi perkembangan pada aspek kemandirian siswa, seperti kemampuan menyelesaikan tugas sederhana dan mencoba aktivitas tanpa bantuan penuh. Perkembangan serupa terlihat pada kemampuan sosial dan emosional, terutama dalam interaksi dan pengelolaan emosi selama pembelajaran. Namun demikian, temuan ini bersifat kontekstual dan belum dapat digeneralisasi secara luas. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan deep learning dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus tidak hanya berkaitan dengan metode, tetapi juga dengan bagaimana pengalaman belajar dirancang secara kontekstual dan didukung oleh lingkungan belajar yang kolaboratif.