Muhammad Hilmi Hasbullah
Universitas Sunan Giri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH WORK LIFE BALANCE DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PADA PERUSAHAAN Didit Darmawan; Muhammad Zarkasih Nur; Muhammad Hilmi Hasbullah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10493

Abstract

Loyalitas karyawan merupakan aset strategis untuk menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Namun, dunia bisnis kontemporer, termasuk di Indonesia, menghadapi tantangan strategis berupa menurunnya engagement dan tingginya voluntary turnover, yang berimplikasi pada biaya operasional dan hilangnya pengetahuan organisasi. Kajian literatur sistematis ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance (WLB) dan budaya organisasi terhadap loyalitas karyawan. Metode penelitian yang diterapkan adalah systematic literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pencarian sistematis pada database Google Scholar, yang menghasilkan artikel jurnal terpilih berdasarkan kriteria inklusi. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis konten kualitatif untuk melakukan sintesis temuan. Hasil sintesis mengungkapkan bahwa WLB secara konsisten berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan, utamanya melalui mekanisme pemenuhan kebutuhan akan kesejahteraan holistik yang membangun komitmen afektif. Di sisi lain, pengaruh budaya organisasi bersifat lebih kondisional; budaya yang kuat, kolaboratif, dan terinternalisasi dengan baik terbukti memperkuat loyalitas, namun pengaruh ini dapat menjadi tidak signifikan apabila dimoderasi oleh faktor intervening seperti gaya kepemimpinan yang tidak selaras atau sistem kompensasi yang tidak kompetitif. Implikasi praktis dari temuan ini menyarankan perlunya organisasi merancang kebijakan kerja yang fleksibel dan membangun lingkungan budaya yang kolaboratif guna meningkatkan loyalitas dan menekan tingkat perputaran karyawan.