Kualitas pembelajaran merupakan indikator penting keberhasilan pendidikan di sekolah dasar. Salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah melalui supervisi akademik yang berorientasi pada pembinaan profesional guru. Supervisi klinis dipandang sebagai pendekatan supervisi yang efektif karena menekankan proses kolaboratif, reflektif, dan berbasis data hasil observasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran supervisi klinis kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh kepala sekolah SD negeri dan swasta di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, yang berjumlah 32 orang, dengan sampel sebanyak 17 kepala sekolah yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur pelaksanaan supervisi klinis dan kualitas pembelajaran guru. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear sederhana serta diperkuat dengan data sekunder Rapor Pendidikan Tahun 2025 yang relevan dengan indikator kualitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi klinis kepala sekolah berada pada kategori baik, namun masih memerlukan penguatan pada tahap pasca-observasi serta pemberian umpan balik dan refleksi. Kualitas pembelajaran guru juga berada pada kategori baik, dengan kelemahan pada aspek pembelajaran berpusat pada peserta didik dan refleksi pembelajaran. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa supervisi klinis kepala sekolah berperan secara positif dan signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran