Sitti Fatimah Azzahra M
Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANFAAT AKTIVITAS FISIK BAGI KESEHATAN MENTAL DAN KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA Wildayati Yati; Sitti Fatimah Azzahra M
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12001

Abstract

Mental health and learning concentration are two main pillars of student academic success that currently face serious challenges due to academic pressure, sedentary lifestyle, and residual effects of the pandemic. This study aims to analyze the benefits of physical activity on the mental health and learning concentration of college students. The approach used was an analytical survey with a cross-sectional design involving 120 students from PJKR FIKK at Universitas Negeri Makassar selected using stratified random sampling. Physical activity was measured using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), mental health was measured using the Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21), and learning concentration was measured using the Concentration Grid Test (CGT) and a validated learning concentration scale. Data analysis used Pearson correlation test and multiple linear regression with significance level alpha = 0.05. Results showed a significant relationship between physical activity level and mental health (r = -0.587, p = 0.000) and between physical activity and learning concentration (r = 0.612, p = 0.000). Regression analysis showed that physical activity significantly predicted mental health (Beta = -0.547, p < 0.001) and learning concentration (Beta = 0.573, p < 0.001), with effective contributions of 32.4% and 35.7% respectively. It is concluded that regular physical activity provides highly significant benefits for improving mental health and learning concentration of college students, thus needing to be integrated as part of a holistic health intervention strategy in higher education.
Pengaruh Indeks Massa Tubuh, Daya Ledak Tungkai dan Pengetahuan Terhadap Kemampuan Lompat Jauh Siswa SMP Muhammad Fadli; Sitti Fatimah Azzahra M; Ikadarny Ikadarny
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i1.4115

Abstract

Murid seringkali mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran lompat jauh. Pada proses pembelajaran penekanan pada komponen-komponen penunjang utama yang berperan dalam lompatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh indeks massa tubuh, daya ledak tungkai, dan pengetahuan terhadap kemampuan lompat jauh murid SMPN 1 Bantaeng. Penelitian yang akan digunakan adalah Path analisis. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang kemudian dipilih menjadi dua kelompok secara ramdom sampling. Teknik pengumpulan data questioner serta mengukur kemampuan variabel indeks massa tubuh, daya ledak tungkai dan pengetahuan terhadap kemampuan lompat jauh. Hasil analisis dalam pengelolaan data diketahui bahwa Indeks Massa Tubuh (XI) dipengaruhi oleh Pengetahuan (X3) hasil analisis yang diperoleh yaitu 0,194 dengan signifikansi (p) = 0,005 (p < 0,05). Daya Ledak Tungkai (X2) dipengaruhi oleh pengetahuan (X3) hasil analisis yang diperoleh yaitu 0,109 dengan signifikansi (p) = 0,004 (p < 0,05). Indeks massa tubuh (XI) berpengaruh terhadap kemampuan lompat jauh (Y) hasil analisis yang diperoleh yaitu 0,209 dengan signifikansi (p) = 0,008 (p < 0,05). Daya Ledak Tungkai (X2) berpengaruh terhadap kemampuan lompat jauh (Y) hasil analisis yang diperoleh yaitu 0,607 dengan signifikansi (p) = 0,000 (p < 0,05). Motivasi (X3) berpengaruh terhadap kamampuan lompat jauh (Y) hasil analisis yang diperoleh yaitu 0,192 dengan signifikansi (p) = 0,003 (p < 0,05). Indeks massa tubuh (XI) melalui pengetahuan (X3) berpengaruh terhadap kemampuan lompat jauh (Y) nilai yang diperoleh yaitu 0,209 atau 20,9 % dan signifikansi (p) sebesar (p) 0,008 (p < 0,05). Daya Ledak Tungkai (X2) melalui Pengetahuan (X3) berpengaruh terhadap lompat jauh (Y) Nilai yaitu 0,607 atau 60,7 % dan signifikansi (p) sebesar 0,000 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa indeks massa tubuh, daya ledak tungkai dan pengetahuan berpengaruh terhadap kemampuan lompat jauh murid.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Risiko Cedera Lutut pada Atlet Futsal Sitti Fatimah Azzahra M
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i2.4150

Abstract

Cedera lutut merupakan salah satu jenis cedera olahraga yang paling sering terjadi pada atlet futsal. Indeks Massa Tubuh (IMT) diyakini memiliki keterkaitan erat dengan risiko terjadinya cedera muskuloskeletal, khususnya pada sendi lutut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan risiko cedera lutut pada atlet futsal. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah 60 atlet futsal laki-laki yang berasal dari klub-klub futsal aktif di Kota Makassar, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data IMT diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan menggunakan timbangan digital dan stadiometer, sedangkan risiko cedera lutut dinilai menggunakan kuesioner KOOS (Knee Injury and Osteoarthritis Outcome Score). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan risiko cedera lutut pada atlet futsal dengan angka 53,8 %. Atlet dengan IMT kategori overweight dan obesitas memiliki risiko cedera lutut lebih tinggi dibandingkan dengan atlet yang memiliki IMT normal. Disimpulkan bahwa peningkatan IMT berkorelasi positif dengan peningkatan risiko cedera lutut pada atlet futsal. Pengelolaan berat badan yang optimal perlu menjadi bagian integral dari program pelatihan dan pencegahan cedera pada atlet futsal. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pelatih, fisioterapis, dan tenaga kesehatan olahraga perlu melakukan pemantauan IMT secara berkala sebagai bagian dari skrining kesehatan atlet. Program intervensi yang mencakup edukasi gizi, manajemen berat badan, dan penguatan otot-otot penyangga lutut direkomendasikan untuk diterapkan secara sistematis, khususnya bagi atlet dengan IMT di atas batas normal, guna meminimalkan risiko cedera dan mendukung performa olahraga yang optimal.