Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH CETAKAN BRIKET TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET PADA MESIN PRESS HIDROLIK Angger Bagus Prasetiyo; Sutrisna; Dandung Rudy Hartana; Iman Pradana A. Assagaf; Kartinasari Ayuhikmatin Sekarjati; Aldi Sinar Saputro; Dominggus Daniel Lefmanut; Aditya Rahayu
Scientific Journal of Mechanical Engineering Kinematika Vol 10 No 1 (2025): SJME Kinematika Juni 2025
Publisher : Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/sjmekinematika.v10i1.606

Abstract

To create briquettes, the raw materials are compressed using a variety of pressing pressures. Briquette presses come in two popular varieties: vertical and horizontal. Briquettes are often made from non-hazardous home waste and agricultural biomass, offering a premium and sustainable alternative energy source. The goal of this study was to use a hydraulic press-type briquette press method to improve the shape properties of the briquettes. The ingredients employed in this investigation were water, tapioca, wood dust, and rice husk. The composition of the briquettes is 40% rice husk, 40% sawdust, 10% tapioca, and 10% water. A hydraulic press machine with a maximum pressure of 30 Psi was utilized in the briquette press method. This study will examine each mold's density, drop test, water resistance, and burning rate. According to this study, triangular briquettes have the lowest briquette burning rate value (0.1 g/min), the lowest impact resistance value (0.67%), the slowest burning rate value (0.1 g/min), which indicates longer burning, and the highest value (0.9696 g/cm³), which indicates a denser and more solid structure. According to the findings of the test criteria that researchers have conducted, triangular briquettes are recommended.
Engineering Design of Vertical and Horizontal Briquette Printing Machines on Briquette Quality Angger Bagus Prasetiyo; Aditya Rahayu; Daru Sugati
Jurnal Mesin Nusantara Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v9i1.28318

Abstract

Briket biomassa merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang potensial, namun kualitas briket sangat dipengaruhi oleh mekanisme densifikasi dan orientasi gaya tekan yang dihasilkan oleh mesin pencetak briket. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain mesin pencetak briket tipe vertikal dan horizontal terhadap karakteristik fisik dan mekanik briket biomassa. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pendekatan komparatif menggunakan campuran biomassa berupa arang sekam padi (40%), arang serbuk kayu (40%), perekat tapioka (10%), dan air (10%). Mesin pencetak tipe vertikal menggunakan sistem pemadatan pneumatic-hydraulic dengan variasi tekanan sebesar 206.842, 344.738, 482.633, dan 620.528 Pa, sedangkan mesin tipe horizontal menggunakan mekanisme screw press yang digerakkan motor listrik 1,5 HP dengan diameter screw 6 cm, panjang screw 26 cm, dan kapasitas produksi 200 kg/jam. Tekanan pemadatan pada mesin horizontal tidak dapat dinyatakan sebagai satu nilai tetap seperti pada mesin vertikal karena mekanisme screw press menghasilkan tekanan dinamis yang berubah secara kontinu selama proses pencetakan. Kualitas briket dianalisis berdasarkan densitas, ketahanan mekanik (drop test), water resistance index (WRI), dan laju pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan pemadatan pada mesin vertikal mampu meningkatkan densitas briket dari 0,551 menjadi 0,731 g/cm³ serta menurunkan persentase kerusakan drop test dari 45,15% menjadi 18,51%. Selain itu, laju pembakaran menurun dari 0,215 menjadi 0,158 g/menit yang menunjukkan terbentuknya struktur briket yang lebih padat dan stabil. Mesin horizontal menghasilkan densitas rata-rata sebesar 0,654 g/cm³ dengan laju pembakaran sebesar 0,175 g/menit serta menunjukkan variasi struktur yang relatif lebih besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi gaya tekan vertikal menghasilkan distribusi tekanan yang lebih merata dan proses densifikasi biomassa yang lebih efektif sehingga menghasilkan briket dengan kekuatan mekanik dan kestabilan pembakaran yang lebih baik. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dalam menjelaskan hubungan antara orientasi gaya tekan, mekanisme densifikasi, dan kualitas briket pada sistem pencetakan biomassa.