Amalia Indah Puspitasari
STIKes Abdi Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Comparison of Giving Coconut Water and Honey to First Trimester Pregnant Women in Reducing Hyperemesis Gravidarum at Pratama Regency Medical Clinic in 2023 Amalia Indah Puspitasari; Pirli Sawitraningsih; Sukarni Setya Yuningsih
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v12i1.3190

Abstract

The incidence of hyperemesis gravidarum in Indonesia reaches 14.8% of all pregnancies In West Java there are 56.60% of pregnant women out of 121,000 with hyperemesis gravidarum, and in Bekasi Regency there are 50.21% of pregnant women who experience hyperemesis gravidarum out of a total of 26,231 pregnant women(1). Hyperemesis gravidarum can be treated using pharmacological therapy and non-pharmacological therapy. Non-pharmacological treatment therapy that can reduce hyperemesis gravidarum is consuming coconut water and honey. To find out the comparison of giving coconut water and honey to pregnant women in the first trimester in reducing hyperemisis gravidarum. Method uses quasi experimental with a pretest protest design with two experimental design. The sample in this study was all 30 pregnant women in the first trimester at the Pratama Regency Medical Clinic in November 2023 - January 2024, the sampling technique was total sampling. There is a difference in giving coconut water and honey to pregnant women in the first trimester in reducing hyperemisis gravidarum (p.value 0.000). After the comparison between the groups given coconut water and honey, it was concluded that coconut water was more effective in reducing hyperemisis gravidarum than honey with a difference of 6.07 in the coconut water treatment and 1.50 in the honey treatment, which was 4.567. 
Analisis Pemberian Program Makan Bergizi Gratis (Mbg) Terhadap Minat Belajar dan Status Gizi Remaja di Smp Negeri 3 Cikarang Selatan Tahun 2025 Amalia Indah Puspitasari; Intan Tri Lestari; Siti Hamidah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55716

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan melalui e-PPGBM 2024, tercatat sebanyak 3.948 anak mengalami stunting di Kabupaten Bekasi, empat kecamatan tertinggi di kabupaten Bekasi adalah Muaragembong, Cibarusah, Cibitung dan Tambun Selatan. Masalah gizi pada remaja masih menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan dan proses pembelajaran di sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi sekaligus mendukung kesiapan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Program Makan Bergizi Gratis terhadap minat belajar dan status gizi remaja di SMP Negeri 3 Cikarang Selatan tahun 2025 melalui analisis gabungan dua penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental untuk variabel minat belajar dan variabel status gizi. Populasi pada penelitian ini berjumlah 398 siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 10% dan didapatkan sebanyak 80 siswa. Minat belajar diukur sebelum dan sesudah pelaksanaan Program MBG menggunakan kuesioner, sedangkan status gizi dinilai berdasarkan indeks massa tubuh dan lingkar lengan serta kuesioner FFQ. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan minat belajar sebelum dan sesudah program serta uji chi-square untuk menganalisis hubungan Program MBG dengan status gizi remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan minat belajar yang bermakna antara sebelum dan sesudah pelaksanaan Program MBG berdasarkan hasil uji Wilcoxon dengan p value 0,000 (p<0,005). Selain itu, hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Program Makan Bergizi Gratis dengan status gizi remaja dengan p value 0,007 (p<0,005). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis berpengaruh terhadap peningkatan minat belajar dan berhubungan dengan status gizi remaja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan dan penguatan program makan bergizi sebagai upaya terpadu peningkatan kesehatan dan kualitas pembelajaran remaja di sekolah.